Logo Header Antaranews Sumsel

Pemkab Muba pasang "trafick light" jalur rawan

Selasa, 28 Januari 2014 16:31 WIB
Image Print
Kabag Humas Setda Muba Dicky Meiriando SSTP MH (Foto Antarasumsel.com/13/Arina Suwanto)
...Tujuan lain pemasangan Apil atau lampu pengatur lalu lintas itu, lanjut dia, sebagai upaya Pemkab Muba meraih penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) 2014...

Sekayu, Muba, (ANTARA Sumsel) - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin segera melakukan pemasangan lampu merah atau "trafick light" pada jalur lalu lintas yang sangat rawan kecelakaan untuk meminimalkan kasus kecelakaan dan meningkatkan kedisiplinan masyarakat di jalan raya.

"Pemkab Muba berencana pada tahun ini memasang tiga alat pengatur isyarat lalu lintas (Apil) yang dikenal dengan lampu merah itu di tiga titik persimpangan yang ada di Kota Sekayu, salah satunya di persimpangan Jalan Kolonel Wahid Udin yang cukup rawan kecelakaan lalu lintas," kata Kabag Humas Pemkab Muba Dicky Meiriando didampingi Kepala Dinas Perhubungan kabupaten setempat Sofyan Wahidoen di Sekayu, Selasa.

Dia menjelaskan, jalan di wilayah Kabupaten Sekayu sangat minim sarana dan prasarana penunjang keselamatan, keamanan, dan kelancaran lalu lintas.

"Saat ini kita baru memiliki satu lampu merah di dalam Kota Sekayu, untuk meningkatkan sarana dan prasarana jalan dan meminimalkan kasus kecelakaan lalu lintas pada jalur rawan, pada tahun anggaran 2014 akan kita tambah tiga lagi," ujarnya.

Menurut dia, pemasangan lampu merah disebabkan kepadatan kendaraan di Kabupaten Muba terus mengalami peningkatan, sehingga perlu dilakukan pengaturan sesuai dengan standar keselamatan.

Untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar waspada ketika melintasi jalur rawan kecelakaan seperti Jalinteng Palembang-Lubuk Linggau, Desa Lumpatan depan puskesmas (tikungan tajam tidak tembus pandang), dan tikungan sialang ringkuh Desa Epil.

Titik rawan kecelakaan lainnya yakni Jalan Sekayu-Betung km 54 Desa Bailangu dan Simpang KUD Trijaya Desa Teluk Kijing III karena terdapat tikungan tajam yang tidak terlihat, katanya.

Tujuan lain pemasangan Apil atau lampu pengatur lalu lintas itu, lanjut dia, sebagai upaya Pemkab Muba meraih penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) 2014.

Penghargaan itu sangat didambakan dan diupayakan diraih Dishub Kabupaten Muba, karena diberikan oleh Presiden RI kepada daerah yang berhasil melakukan pembinaan untuk meningkatkan kinerja transportasi perkotaan.

"Target kita tahun ini mendapatkan WTN, jadi pemasangan lampu merah ini merupakan bagian dari memenuhi persyaratan untuk mendapatkan penilaian yang baik oleh tim penilai penghargaan itu," kata dia.



Pewarta:
Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026