
Caleg muda incar pemilih pemula

....Sosialisasi yang dilakukan langsung mendatangi sekolah-sekolah dan kampus sebagai bentuk bagian meningkatkan partisipasi pemilih....
Sejumlah calon legislatif muda yang berasal dari berbagai partai politik peserta pemilu 2014 sudah menyiapkan berbagai persiapan untuk meraih suara banyak pada pesta demokrasi mendatang.
Persiapan yang dilakukan itu bukan hanya atribut kampanye saja, tetapi sejumlah strategi juga dipakai untuk meraih kemenangan pada pemilu legislatif 2014.
Strategi yang digunakan itu termasuk cara bagaimana mengait pemilih pemula yang akan memberikan hak suaranya pada pemilu nanti.
Jumlah pemilih pemula yang cukup besar, tentunya menjadi incaran para caleg muda untuk merebutnya seperti halnya disampaikan caleg dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
"Pemilih pemula di provinsi Sumsel sekitar 35 persen, karena itu saya melakukan sosialisasi ke pemilih pemula," kata calon legislatif dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk DPRD Sumatera Selatan, Mgs Syaiful Padli di Palembang, Selasa.
Jumlah pemilih pemula cukup tinggi, karena itu ia berharap mendapat dukungan dari mereka, selain tentunya dari masyarakat umum di daerah pemilihan (dapil) Palembang I untuk DPRD Sumsel, katanya.
Menurut dia, dirinya mencalonkan diri di dapil Kota Palembang I pada pemilu legislatif dengan nomor urut tiga dari PKS.
Ia menuturkan, dirinya sudah mulai melakukan sosialisasi dengan cara bersilaturahmi dengan sanak keluarga di dapil tersebut.
Jadi, dengan pencalonan dirinya itu menjadi ajang untuk mendekatkan diri dengan keluarga, sehingga yang tadinya jauh menjadi dekat kembali, tuturnya.
Selain itu, dirinya juga bersilaturahmi dengan teman-teman, saudara-saudara dan masyarakat umum.
Ini merupakan ketiga kalinya dirinya dicalonkan PKS pada pemilu, tetapi merupakan pertama kali pencalonan di Kota Palembang, jelasnya.
"Sebelumnya saya dicalonkan di dapil Pagaralam, Lahat dan Empat Lawang, baru pemilu 2014 ini dicalonkan dari Kota Palembang," paparnya.
Sementara Caleg Partai Demokrat Muchendi mengatakan, dirinya juga mengait pemilih pemula pada pemilu mendatang.
"Karena saya masih muda, saya juga ingin mendekati pemilih pemula pada pemilu nanti," ujarnya.
Media Sosial
Untuk mengincar suara pemilih pemula ini, selain datang langsung bersilaturahmi para caleg juga memanfaatkan media sosial untuk sosialisasi.
"Saya melakukan pendekatan dengan pemilih pemula ini melalui media sosial seperti facebook dan twitter," ujarnya.
Ia mengatakan, pendekatan yang dilakukan dengan cara diskusi mengenai wirausaha muda.
Hal senada juga disampaikan caleg muda dari Partai Demokrat, Muchendi mengatakan, ia terus melakukan sosialisasi ke masyarakat mengenai pencalonannya tersebut.
Untuk mendekati pemilih pemula pada pemilu mendatang ia memanfaatkan facebook dan twitter.
Mudah-mudahan dapat terpilih pada pemilu nanti dengan dukungan masyarakat dari daerah pemilihan Ogan Ilir (OI) dan Ogan Komering Ilir (OKI) untuk DPRD Sumsel, katanya.
Sementara Komisi Pemilihan Umum Sumatera Selatan juga membidik pemilih pemula untuk meningkatkan partisipasi pemilih pada pemilu legislatif 9 April 2014.
"Pemilih pemula ini menjadi fokus kami melakukan sosialisasi," kata Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Selatan Divisi Sosialisasi dan Kampanye, Ahmad Naafi.
Menurut dia, berdasarkan data dari tahun 2009, pemilih pemula sebanyak 35 persen dan tidak akan jauh berbeda pada tahun 2014.
Pemilih pemula merupakan pemilih yang akan menggunakan hak suaranya pertama kali, karena sudah berumur 17 tahun ketika pencoblosan atau mereka yang sudah menikah mayoritas didominasi kalangan pelajar dan mahasiswa.
"Sosialisasi yang kami lakukan langsung mendatangi sekolah-sekolah dan kampus sebagai bentuk bagian meningkatkan partisipasi pemilih," katanya.
Ia mengatakan, selain membidik pemilih pemula, pihaknya juga akan memfokuskan sosialisasi ke pemilih perempuan yang jumlahnya hampir mencapai 50 persen dari total pemilih.
Daftar pemilih tetap (DPT) Sumatera Selatan berdasarkan rapat pleno 2 November 2013 sebanyak 5.782.176 orang dan 2.859.849 pemilih di antaranya adalah perempuan, sehingga menjadi segmen sosialisasi.
Ia menuturkan, pihaknya juga akan melibatkan langsung tokoh agama dalam melakukan sosialisasi yang dinilai sangat efektif, mengingat budaya masyarakat Sumsel masih patuh dan taat terhadap tokoh agama.
Sosialisasi akan terus dilakukan untuk meningkatkan partisipasi pemilih pada pemilu nanti, katanya.
***1***
T .KR-SUS/Zita Meirina
(T.KR-SUS/B/Z003/Z003) 10-12-2013 19:39:14
Pewarta: Oleh: Susilawati
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
