
Bank BPR Palembang tertunda beroperasi

Palembang (ANTARA Sumsel) - Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Pendanaan Sarana Rakyat Palembang yang awalnya ditargetkan Agustus 2013 beroperasi tertunda, dan dijadwalkan Oktober mulai direalisasikan.
Direktur Utama PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J) Marwan Hasmen di Palembang, Jumat, mengatakan penundaan operasional bank perkreditan rakyat (BPR) tersebut karena sampai kini kantor dan fasilitas pendukung belum siap.
"Persyaratan lain, seperti izin prinsip dari Bank Indonesia dan operasional telah dikantongi, hanya saja masih menunggu siapnya kantor lengkap dengan fasilitas," katanya.
Menurut dia, BUMD milik Pemkot Palembang tersebut nantinya dipastikan akan mampu bersaing dalam lembaga keuangan sejenis dengan prioritas pelayanan kepada usaha mikro kecil.
Dengan demikian, kelak semua unit usaha mikro kecil dapat mengakses pinjaman modal usaha dari BPR tersebut.
Ia mengatakan, sampai kini pihaknya telah melakukan berbagai persiapan untuk realisasi operasional BPR itu, termasuk juga merekrut tenaga kerja.
Rekrutmen pegawai telah selesai dan mereka siap bekerja mengembangkan bersama-sama lembaga itu, katanya.
BPR Pendanaan Sarana Rakyat tersebut merupakan salah satu unit usaha PT SP2J BUMD milik pemkot setempat.
Selama ini, pihaknya telah berhasil mengembangkan transportasi nyaman, aman dan murah berupa bus transmusi.
Selain itu, pengelolaan jaringan gas yang mengalirkan bahan bakar gas alam ke sejumlah rumah tangga, juga berkembang optimal.
Marwan menambahkan sangat optimistis BPR yang akan mereka operasikan tersebut mampu berkembang maju menjadi salah satu unit kegiatan usaha perusahaan tersebut.
Pewarta: Oleh Nila Ertina
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
