
Tanaman kedelai dikembangkan di Muba dan Banyuasin

Palembang (ANTARA Sumsel) - Daerah pasang surut di Kabupaten Musi Banyuasin dan Banyuasin, Sumatera Selatan, akan dikembangkan tanaman kedelai guna meningkatkan produktivitas komiditas pangan tersebut.
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumatera Selatan Taufik Gunawan di Palembang, Jumat mengatakan, pengembangan tanaman kedelai di dua kabupaten itu karena potensi lahan pasang surutnya cukup luas.
Menurut dia, di areal pasang surut bisa ditanam dua kali hingga tiga kali seteahun atau pada tahap awal para petani menanam padi, sedangkan di tahap keduanya lahan dapat ditanami palawija seperti kedelai.
Untuk tahap awal akan mencoba di Kabupaten Banyuasin, sementara untuk daerah Ogan Komering Ulu Timur, Ogan Komering Ulu ke depanya juga akan dilakukan.
Pihaknya akan melihat perkembangannya dahulu karena saat ini memang belum terlihat sebab baru akan dimulai.
Beberapa waktu yang lalu pernah dilakukan uji coba, tetapi karena benih dari pusat melibihi batas waktu sementara areal pasang surut jika waktunya lebih tidak dapat dilakukan penanaman lagi.
Oleh karena itu tanaman kedelai khusus untuk di Kabupaten Banyuasin akan dilaksanakan tahun mendatang.
Sementara Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Sumsel Ilfantria mengatakan, tanaman kedelai merupakan program pemerintah pusat untuk swasembada pada 2014.
Sehubungan itu saat ini Kementerian Pertanian masih menunggu persetujuan DPR RI dalam penganggaran benih kedelai, dan pupuk untuk diprogramkan pada swasembada kedelai 2014 dalam bentuk bantuan sosial.
Mengenai produksi kedelai di Sumsel sendiri, menurut dia, pada 2012 tercatat 12.162 ton dari Kabupaten Lahat dan beberapa daerah yang menanam kedelai lainnya.
Sementara pada 2013 berdasarkan prediksi dari angka ramalan Badan Pusat Statistik (BPS) mengalami penurunan yakni 7.547 ton.
Pewarta: Oleh Ujang Idrus
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026
