
BPS: Inflasi Kota Palembang 2,82 persen

Palembang (ANTARA Sumsel) - Badan Pusat Statistik Sumatera Selatan mencatat inflasi Kota Palembang, Juli 2013 sebesar 2,82 persen atau tertinggi sepanjang 2012-2013.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel Baehdi Ruswana di Palembang, Kamis mengatakan tingginya nilai inflasi Kota Palembang periode Juli 2012 itu antara lain karena dipengaruhi kenaikan sejumlah harga barang kebutuhan pokok.
Menurut dia, pihaknya selama periode tersebut mencatat terdapat tujuh komoditas yang kenaikannya memberikan andil nilai inflasi Kota Palembang mencapai 2,82 persen yakni angkutan dalam kota, bensin, bawang merah, cabai merah, beras, daging sapi dan kentang.
Kenaikan ongkos angkutan dalam kota sebesar 35,34 persen, menyumbang inflasi 1,12 persen, selanjutnya kenaikan bensin 25,48 persen memberikan kontribusi inflasi 0,58 persen.
Berikutnya, kenaikan harga bawang merah 57,15 persen menyumbang inflasi 0,55 persen, cabai merah 33,38 persen ada andil inflasi 0,27 persen, beras 1,95 persen memberikan sumbangan inflasi 0,11 persen, daging sapi 6,64 persen memberikan kontribusi inflasi 0,05 persen serta kenaikan harga kentang 23,60 persen ada andil inflasi 0,04 persen.
Menurut Baehdi, berdasarkan pantauan harga pada 360 komoditas di Kota Palembang, terdapat 88 komoditas mengalami kenaikan harga dan 13 lagi terjadi penurunan harga dan selebihnya tidak ada perubahan.
Namun dari 88 komoditas yang mengalami kenaikan harga selama Juli 2013 itu, hanya terdapat tujuh komoditas memberikan andil cukup berarti terhadap inflasi Kota Palembang yakni angkutan dalam kaota, bensin, bawang merah, cabai merah, beras, daging sapi dan kentang, katanya.
Ia menjelaskan, pantauan harga tersebut dilakukan pada sejumlah pasar tradisional di Kota Palembang antara lain Pasar Cinde, 16 Ilir, Lemabang dan Pasar KM-5 serta pasar moderen lainnya.
Sementara, berdasarkan kelompok pengeluaran maka terdapat lima kelompok yang mengalami kenaikan indek harga konsumen (IHK), sedangkan satu kelompok pengeluaran terjadi penurunan IHK serta satu kelompok tidak ada perubahan IHK.
Kelompok pengeluaran mengalami kenaikan IHK adalah transportasi (11,06 persen), bahan makanan (4,38 persen), makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau (0,33 persen), pendidikan, rekreasi dan olahraga (0,04 persen) dan kelompok perumahan, air, listrik serta bahan bakar (0,02 persen).
Pewarta: Pewarta: Muhammad Suparni
Editor: AWI-SEO&Digital Ads
COPYRIGHT © ANTARA 2026
