Logo Header Antaranews Sumsel

BPR Palembang beroperasi Agustus

Kamis, 4 Juli 2013 14:48 WIB
Image Print
Ilustrasi - Penukaran uang di Bank Indonesia Palembang (Foto Antarasumsel.com/Feny Selly)

Palembang (ANTARA Sumsel) - Bank Perkreditan Rakyat Pendanaan Sarana Rakyat, salah satu usaha milik BUMD Pemkot Palembang ditargetkan beroperasi Agustus 2013.

Komisaris Utama Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Pendanaan Sarana Rakyat Wahid Syukur di Palembang, Kamis, mengatakan sampai kini pihaknya telah merampungkan berbagai persiapan untuk operasional BPR tersebut.

Rekrutmen karyawan dan persiapan gedung telah selesai sehingga secepatnya akan mengajukan izin operasional ke Bank Indonesia, katanya.

Menurut dia, setelah semua dipersiapkan pihaknya akan mengajukan izin operasional ke BI.

Sedangkan izin prinsip telah lebih dahulu mereka dapatkan.

Ia mengatakan, layaknya BPR lain, segmen mereka tentunya bagi usaha mikro yang berkembang di Kota Palembang.

Dengan beroperasinya BPR tersebut maka pihaknya optimistis akan meningkatkan permodalan usaha mikro sehingga berkembang optimal.

Dia menjelaskan, BPR Pendanaan Sarana Rakyat adalah anak perusahaan PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J) BUMD milik pemkot setempat.

Pengoperasian BPR tersebut menjadi sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kota Palembang.

Wahid menambahkan, penyertaan modal untuk pengoperasian BPR Pendanaan Sarana Rakyat sebesar Rp6 miliar.

Dana berasal dari APBD kota setempat dan sesuai dengan ketentuan BI untuk pengoperasian BPR.

Sebelumnya,Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra mengatakan BPR Pendanaan Sarana Rakyat dioperasikan untuk kepentingan penyaluran modal usaha mikro kecil menengah.

"Pedagang kecil, perajin dan berbagai sektor mikro lainnya menjadi prioritas sasaran BPR tersebut," katanya.

Dia menambahkan, dengan beroperasinya BPR itu diharapkan mampu menjadi solusi bagi usaha kecil mikro mendapatkan modal usaha.

Pinjaman modal pun bervariasi mulai dari Rp2 juta dengan bunga kecil, katanya.



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026