
Enam atlet polo air Sumsel dicoret

Palembang (ANTARA Sumsel) - Enam orang atlet polo air Sumatera Selatan dicoret dari program pembinaan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) provinsi karena telah melewati batas usia untuk mengikuti Pekan Olahraga Nasional XIX di Jawa Barat tahun 2016.
"Semula nama enam atlet ini diajukan masuk dalam program pembinaan atlet andalan Sumsel karena telah meraih medali pada PON sebelumnya. Namun, karena Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia membuat ketentuan baru harus dilakukan revisi atlet yang diajukan," kata anggota Bidang Pembinaan Prestasi KONI Sumsel Triyanto di Palembang, Jumat.
Ia menyebutkan, enam atlet yang dicoret itu adalah Martinus, Fernando Fikri, Indri, Anugrah Widi, KMS Ahmad Mayidin, dan Yudistira.
"Enam atlet yang dicoret ini akan berusia melewati 28 tahun pada pelaksanaan PON di Jabar nanti, sedangkan PB PRSI menetapkan usia tersebut adalah batas maksimal," katanya.
Lantaran penetapan itu, hanya tujuh atlet yang tersisa dari 13 atlet yang tergabung dalam Tim PON Riau tahun 2012 dalam program pembinaan atlet elit KONI Sumsel.
Namun, untuk memantapkan kekuatan tim polo air Sumsel pada ajang kompetisi olahraga nasional empat tahunan mendatang, KONI Sumsel memberikan kesempatan untuk memasukkan atlet lain yang berpotensi pada masa mendatang dengan usia terbilang muda.
"Saat ini KONI sedang menunggu usulan nama atlet yang akan menggantikan. Jika sudah masuk akan dikaji, apakah benar-benar memiliki kemampuan mengantikan seniornya," katanya pula.
Pelatih polo air Sumsel Irwan Salam tak menampik kehilangan enam atlet itu menjadi permasalahan tersendiri, mengingat akan mengurangi kekuatan tim dibandingkan sebelumnya.
"Mau tidak mau yang akan diusulkan nanti adalah atlet junior, karena atlet senior sudah melewati batas usia," ujarnya.
Kendati ia tetap optimitis bakal menuai sukses pada PON mendatang karena komposisi tim dengan kombinasi atlet junior dan senior juga menjadi kekuatan tersendiri.
"Target jelas setidaknya menyamai hasil PON Riau yakni meraih medali perak," ujarnya.
Prestasi polo air Sumsel cukup diperhitungkan di kancah nasional karena tim putri dan putranya kerap menjuarai ajang resmi PRSI.
Beberapa atlet bahkan tercatat sebagai wakil Indonesia pada SEA Games tahun 2011.
Olahraga ini mulai berkembang di Sumsel setelah memiliki sekolah renang di Kabupaten Musi Banyuasin tahun 2003, untuk menopang peran daerah menjadi tuan rumah PON XVI tahun 2004.
Pewarta: Oleh Dolly Rosana
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026
