Logo Header Antaranews Sumsel

Keluarga tahanan di Cina minta bantuan Obama

Jumat, 7 Juni 2013 07:23 WIB
Image Print
.....Anggota keluarga 16 tahanan di China, Kamis, minta Bantuan Presiden Barack Obama untuk membebaskan mereka dengan alasan menghormati hak asasi manusia dalam pertemuan dengan pemimpin baru China di suatu tempat negara itu.....

Washington (Antara/AFP Palembang) - Anggota keluarga 16 tahanan di China, Kamis, minta Bantuan Presiden Barack Obama untuk membebaskan mereka dengan alasan menghormati hak asasi manusia dalam pertemuan dengan pemimpin baru China di suatu tempat negara itu.

Presiden Xi Jinping, Jumat, akan mengadakan pertemuan pertamanya dengan Obama sejak menjabat. Kedua belah pihak mengatakan bahwa pertemuan di sebuah tempat peristirahatan terpencil yang terletak di gurun California itu ditujukan untuk membangun hubungan antara kedua pemimpin.

"Pertemuan ini tidak hanya tentang membangun persahabatan pribadi. Ini adalah pertemuan puncak antara presiden kedua negara dan mereka harus memiliki tujuan untuk membangun masyarakat yang lebih adil," kata Chen Guangcheng, pengacara buta otodidak yang secara dramatis lolos dari tahanan rumah ke kedutaan besar Amerika Serikat di Beijing tahun lalu.

"Presiden Obama harus menghentikan diplomasi yang berpusat pada perdagangan dan justru melakukan diplomasi yang berpusat pada hak asasi manusia," kata Chen, yang belajar di New York, dalam suatu konferensi pers di Washington melalui jaringan video.

Sementara itu para aktivis secara rutin mendesak Amerika Serikat untuk memprioritaskan perlindungan hak asasi manusia, kelompok ahli hukum mencoba upaya yang lebih terpadu dalam menyusun daftar 16 tahanan itu dan mendesak Obama untuk memberikan tekanan khusus bagi kebebasan mereka.

Kelompok itu berencana untuk meluncurkan gelang tangan dan kenang-kenangan lain guna mendukung inisiatif "China 16" dengan harapan untuk membangun tekanan guna membebaskan para tahanan, yang seluruhnya telah dihukum empat kali seumur hidup ditambah 165 tahun.

Ke-16 tahanan itu termasuk antara lain keponakan Chen, Chen Kegui, yang dipenjara dan diduga dipukuli dalam apa yang oleh aktivis disebut sebagai pembalasan oleh pihak berwenang di provinsi bagian timur, Shandong, yang merasa dipermalukan oleh pelarian pamannya.

Sejumlah tokoh terkemuka lainnya yang masuk dalam daftar itu antara lain adalah Gao Zhisheng, seorang pengacara yang diduga mengalami kekerasan fisik parah setelah membela penyebab yang tidak populer, dan Liu Xiaobo, peraih penghargaan Nobel Perdamaian yang menulis sebuah manifesto berani untuk reformasi yang juga dipenjara.

Seorang tahanan lain, Peng Ming, adalah mantan pejabat reformis yang hidup di pengasingan yang menurut keluarganya diculik pada tahun 2004 di Thailand ketika ia mencoba untuk menyiapkan tempat tinggal bagi para pembangkang China dan terpikat oleh polisi rahasia.

Putrinya Lisa Peng, yang berusia 16 tahun dan tinggal di Amerika
Serikat, menyatakan bahwa ayahnya tetap kuat meskipun menderita serangan jantung dan batu ginjal di dalam penjara tanpa perawatan kesehatan.

"Harapan ini yang telah ditanamkan ayah saya dalam diri saya, meskipun ribuan mil yang memisahkan dirinya dengan saya selama hampir satu dasawarsa - satu dasawarsa kenangan masa kecil, pertumbuhan emosi, kematangan intelektual," katanya.

"Saya terus memiliki harapan besar bahwa kami semua, dan terutama Presiden kami, akan menegaskan kembali nilai-nilai universal dan mendasar dari negara kami - kebebasan, demokrasi dan keadilan, "katanya.(Antara)



Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026