
Seminar IT-Preneur Lampung bedah "Thin Client"

...Thin Client merupakan jaringan komputer terpusat, sehingga pemakai dapat menggunakan komputer dengan spesifikasi minimum menjalankan aplikasi, menggunakan data dan daya komputer server...
Bandarlampung (ANTARA Sumsel) - Himpunan Mahasiswa Teknik IBI Darmajaya dan Coresystem Solution Indonesia membedah "Thin Client" dalam Seminar IT-Preneur 2013.
Seminar yang bertemakan "Welcome to IT World, Upgrade Your Knowledge, Upgrade Your Ability" itu diselenggarakan di Aula Pascasarjana Gedung B IBI Darmajaya di Bandarlampung, Selasa.
Wakil Rektor III IBI Darmajaya Novita Sari SSos MM didampingi Ketua Jurusan Teknik Informatika Yulmaini SKom MCs berharap seminar ini dapat memperbaharui pengetahuan peserta tentang aplikasi-aplikasi teknologi terkini, dan pengetahuan tentang produk-produk teknologi informasi dan komunikasi (ICT) terbaru.
"Perkembangan teknologi dengan adanya 'Thin Client' dapat menjadi salah satu peluang usaha," ujar dia.
Dalam seminar tersebut, panitia menghadirkan pemateri dosen Fakultas Ilmu Komputer Bobby Bahri SKom MMSi, dan Yuka Trio Setiawan, Wakil Direktur Coresystem Solution Indonesia yang juga IT Consultant di Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Lampung dan merupakan alumni Fakultas Ilmu Komputer IBI Darmajaya.
Bobby menerangkan bahwa "Thin Client" merupakan jaringan komputer terpusat, sehingga pemakai dapat menggunakan komputer dengan spesifikasi minimum menjalankan aplikasi, menggunakan data dan daya komputer server.
Thin client merupakan langkah lebih lanjut di luar jaringan komputer, katanya.
Thin client tidak men-download kode atau sistem operasi atau aplikasi dari server, namun hanya menjalankannya secara lokal, ujar dia lagi.
"Semua kode dijalankan di server secara paralel untuk dilakukan beberapa klien. Thin client hanya berjalan pada user interface," kata Bobby.
Dia menambahkan, Thin Client dirancang untuk efisiensi dan pemanfaatan penuh kemampuan komputasi dari komputer server yang saat ini kekuatannya lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan komputasi normal.
Pada sisi lain, ujar dia lagi, dapat menurunkan biaya pemakaian, perawatan, dan investasi perangkat secara keseluruhan dibanding solusi "fat client".
Konsep dasar cara kerja Thin Client Server Computing (TCSC) adalah melakukan komputasi sesuai dengan input dari sisi Thin Client, dan mengirimkan hasil output berupa gambar atau display yang akan ditampilkan di monitor client, katanya.
Ia menerangkan pula, pada sisi client tidak diperlukan kemampuan komputasi yang besar, mengingat aplikasi yang diperlukan semua sudah dijalankan oleh server.
Tapi untuk memungkinkan server melakukan proses sesuai input dari sisi client dan mengirimkan hasilnya kembali, diperlukan software Terminal Server atau Aplication Server atau sistem operasi yang sudah memiliki fasilitas tersebut, ujar dia.
Yuka Trio Setiawan, Vice Director at Coresystem Solution Indonesia menerangkan, keuntungan utama Thin Client adalah adanya kemudahan pemeliharaan dengan administrasi tunggal yang hanya dilakukan melalui server, seperti instalasi atau update aplikasi, penentuan pemakai, disk quota, sistem keamanan dan pemakai bebas menggunakan komputer mana saja, bahkan dapat diakses langsung dari Internet, jika server terhubung ke internet.
Hal ini, menurut dia, memberi kemudahan penggunaan Thin Client di luar kantor, kantor cabang, kios, tempat pelayanan tanpa memerlukan konversi aplikasi eksisting, seperti menggunakan Java, Web dan sebagainya.
Keuntungan kedua adalah dapat menggunakan komputer yang ada (DOS/ Windows 31/Windows95) dengan atau tanpa hardisk.
Tapi dia mengemukakan, untuk pemakaian grafis dan video rendering atau aplikasi yang boros prosesor dan memori, Thin Client ini kurang tepat.
Kendari dengan memakai CPU Host langsung secara sendiri, hal itu bisa diatasi, katanya pula.
"Tapi kalau sekadar mengetik dengan Microsoft Office atau internet, maka Thin Client amat menghemat biaya karena pemakaian CPU rata-rata di bawah 10 persen," ujar Yuka lagi.
Pewarta: Oleh: Budisantoso Budiman
Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
