Logo Header Antaranews Sumsel

Lebak kekurangan ribuan tenaga guru

Sabtu, 20 April 2013 22:45 WIB
Image Print
Guru Kontrak (FOTO ANTARA)

Lebak (ANTARA Sumsel) - Kabupaten Lebak, Banten, hingga Sabtu masih kekurangan ribuan guru sehingga diharapkan pemerintah merekrut tenaga pengajar berstatus pegawai negeri sipil untuk ditempatkan di daerah itu.

"Kami berharap Pemerintah membuka pendaftaran calon pegawai negeri sipil (PNS) untuk tenaga pengajar di SD/SMP dan SMA/SMK," kata Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya di Rangkasbitung.

Sebagian besar guru yang ada sudah memasuki pensiun karena mayoritas dari mereka diangkat pada tahun 1970-an.

Diperkirakan dibutuhkan sekitar 5.000 guru lagi untuk mengajar baik di SD/SMP maupun SMA/SMK.

Kekurangan tenaga pengajar itu berdampak terhadap peningkatan mutu akademis dan menghambat pelaksanaan program pendidikan 12 tahun.

Pemerintah daerah mendorong anak-anak dapat menyelesaikan pendidikan selama 12 tahun dan tidak ada lagi siswa putus sekolah.

"Kami berharap tidak ada lagi siswa yang tidak sekolah karena Pemerintah telah menyalurkan berbagai bantuan subsidi untuk pendidikan," katanya.

Akibat kekurangan guru, kata dia, pengelola sekolah terpaksa merekrut guru honorer.

Pengangkatan guru honorer itu guna mengatasi kekurangan guru yang sudah berlangsung puluhan tahun lalu, dan pihaknya berharap pada tahun 2013 seluruh sekolah sudah terisi guru.

Apalagi, lanjut dia, sekolah di daerah terpencil tenaga pengajar hanya dua orang berstatus PNS dengan jumlah rombongan belajar ratusan siswa.

"Saya kira idealnya satu guru melayani rombongan belajar sebanyak 25 siswa," katanya.

Pemerintah daerah, kata dia, telah mengusulkan kekurangan guru tersebut. Namun, hingga kini belum ada pengangkatan PNS.

Pihaknya meminta kekurangan tenaga pengajar bisa direalisasikan sehingga mutu pendidikan di Kabupaten Lebak meningkat secara akademis juga dapat menuntaskan program pendidikan 12 tahun.

"Kami minta masyarakat berperan aktif mendukung program pendidikan," katanya.

Sementara itu, Kepala SMP 2 Subhan mengaku bahwa sekolahnya hanya punya tenaga pengajar tujuh orang, tiga di antaranya berstatus PNS. Dan, untuk menutupi kekurangan, pihaknya merekrut guru bantu juga honorer.

"Kami sudah melaporkan kekurangan guru itu ke Dinas Pendidikan Kabpaten Lebak. Namun, belum ada realisasi penambahan tenaga pengajar," katanya.



Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026