
Anggaran sensus pertanian Sumsel Rp15 miliar

Palembang (ANTARA Sumsel) - Badan Pusat Statistik Sumatera Selatan tahun 2013 menyiapkan anggaran untuk membayar honor petugas pelaksana Sensus Pertanian mencapai Rp15 miliar melalui APBN.
Dana APBN yang dialokasikan tersebut untuk membayar sebanyak 7.500 petugas pelaksana Sensus Pertanian tahun 2013, kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan Baehdi Ruswana di Palembang, Sabtu.
Ia menjelaskan, sebanyak 7.500 petugas pencacah atau Sensus Pertanian tersebut akan dikontrak selama sebulan (1-31 Mei 2013) yang dibayar Rp2 juta per orang atau total mencapai Rp15 miliar melalui APBN.
Sementara secara nasional pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,3 triliun untuk kegiatan Sensus Pertanian (SP) yang akan berlangsung 1-31 Mei 2013.
Total jumlah petugas pelaksana SP di seluruh Indonesia yang dilibatkan mencapai 300 ribu orang, kata Direktur Statistik Peternakan Perikanan dan Perkebunan BPS, Tanda Sirait secara terpisah di Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), Jum'at (12/4).
Ia menambahkan, SP membutuhkan biaya yang besar, makanya hanya dilaksanakan sekali dalam 10 tahun mencakup 33 provinsi di Indonesia, termasuk di Sumatera Selatan.
Kepala BPS Sumsel Baehdi menjelaskan, 7.500 petugas pelaksana Sensus Pertanian khusus di Sumatera Selatan tahun 2013 dengan harapan hasilnya bisa menjadi dasar bagi arah kebijakan yang benar-benar propetani.
"Artinya, sensus ini benar-benar bisa menjadi data yang valid sebagai dasar acuan kebijakan pemerintah dalam peningkatan pertanian dan kesejahteraan petani di Indonesia khususnya di Sumsel," kata Baehdi.
Menurut dia, hasil sensus pertanian itu nantinya akan disebarkan ke sejumlah dinas instansi di 11 kabupaten dan empat kota di Sumatera Selatan.
"BPS hanya ditugaskan mengadakan sensus pertanian untuk memperoleh data lengkap dan akurat terkait sektor pertanian. Seluruh rumah tangga yang berkaitan dengan aspek pertanian dan rumah tangga yang bergerak dalam subsektor pertanian disensus mulai awal Mei 2013," katanya.
Ia mengatakan, pertanian memiliki subsektor seperti tanaman pangan, perkebunan, peternakan, hortikultura, perikanan dan kehutanan. Dari sensus ini bisa mendapatkan gambaran berapa rumah tangga yang bergerak di sektor pertanian seperti berapa laki-laki dan perempuan juga lahan dan tanaman," katanya.
Juga hal-hal yang perlu didata pada sensus pertanian antara lain jenis komoditas, luas lahan termasuk hasil panen dan petani yang terlibat dalam penggarapan lahan.
Mengenai petugas sensus pertanian, menurut Baehdi, pihaknya sudah menyiapkan sebanyak 7.500 petugas dengan 1,2 juta rumah tangga sasaran petani di Sumatera Selatan.
Para petugas tersebut sebelum diterjunkan ke lapangan akan menjalani pelatihan pencacahan pada April ini.
Pewarta: Oleh Muhammad Suparni
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026
