Belajar merajut di komunitas Palembang

id merajut, kopi darat, komunitas merajut palembang

Belajar merajut di komunitas Palembang

Sejumlah anggota Komunitas Rajut Palembang, tengah merajut bersama pada pertemuan anggota di kawasan Kambang Iwak, Senin (25/3). (Foto Antarasumsel.com/13/Feny Selly/Aw)

....Aktivitas merajut merupakan aktivitas yang menyehatkan otak, karena mampu melatih otak sebab pola dan reflek yang baik pada tangan....
Palembang (ANTARA Sumsel) - Merajut merupakan kegiatan hobi sebagian orang meski gampang-gampang susah, namun tidak begitu sulit dipelajari jika lewat komunitas seperti yang dilakoni "Komunitas Rajut"  Palembang siapapun dapat belajar dan mengembangkan kemampuan merajutnya.

Bermula dari hobi merajut dan komunikasi antarpecinta rajut di dunia maya,menjadi asal muasal terbentuknya komunitas rajut Palembang.

Tata, salah seorang pentolan komunitas rajut menceritakan awal berkumpulnya mereka dari sosial media. Waktu itu dirinya ingin belajar teknik knitting (merajut dengan dua jarum) dari salah satu rekan pecinta rajut.

"Dari sana kita merasa perlu untuk punya wadah  berbagi untuk sama - sama belajar dan mengembangkan kemampuan merajut kita seperti halnya di kota-kota lain," ujarnya di sela - sela Kopi Darat Rutin Komunitas Rajut di pinggir Kolam Kambang Iwak Palembang, Selasa.

Dengan adanya komunitas, ia dan sejumlah rekan pecinta rajut merasa memiliki wadah untuk mengembangkan kegilaan mereka dalam merajut.

Sekitar bulan Maret 2012, ia dan beberapa orang rekan memulai kegiatan komunitas mereka.

"Kita kopi darat di rumah saya, waktu itu ada belasan yang datang," kenang wanita yang berusia 42 tahun itu.

Dari pertemuan itu mereka saling bertukar informasi, ilmu dan menyepakati untuk merutinkan pertemuan yang mereka sebut sebagai kopi darat merajut setiap satu bulan sekali.

Biasanya seminggu menjelang kopi darat mereka berbagi pola dan membuat permainan games merajut lewat milis.

Dari milis tersebut mereka diberi tugas dan pola untuk mengerjakan rajutan sesuai dengan instruksi yang ada.

Setahun yang lalu jelang Festival Rajut Indonesia (FRI) yang diselenggarakan di Kota Kembang Bandung mereka pun berinisiatif mengirimkan karya mereka untuk berpartisipasi pada festival rajut terbesar se-Indonesia itu. Tema bunga pun mereka genjot untuk memproduksi karya rajutan berupa bunga.

"Waktu itu kita buat sampai ratusan," ujar Eka salah satu pecinta rajut yang turut serta pada Kopi darat sore itu.

Meskipun harus memproduksi banyak namun mereka mengaku sangat senang bisa turut serta di FRI tersebut. Semuanya pun berani meyakinkan bahwa merajut merupakan kegiatan yang menyenangkan dan sulit ditinggalkan.

"Saya pernah rehat merajut, tapi akhirnya nggak tahan dan kembali merajut," ujar tata ibu rumah tangga itu.

Devi pegawai perusahaan farmasi mengaku bisa menghabiskan waktu seharian untuk merajut di luar hari kerjanya.

"Sehari saya bisa merajut puluhan produk,"  kata wanita berkerudung itu.

Terkadang ia malah memberikan cuma-cuma hasil rajutannya kepada rekan sekerja sebagai kenang-kenangan. Menurut dia itu sangat menyenangkan karena kemampuan merajut yang dimilikinya bisa dinikmati orang lain.

"Saya berencana mengumpulkan hasil rajutan saya untuk souvenir pernikahan anak saya kelak," ungkap dia.

Untuk biaya melakoni hobi ini, Mini menjelaskan semua tergantung dari perajut.

"Bisa mahal bisa murah, tergantung apa yang mau dibuat," ujar dia.

Dirinya sendiri mengakui bisa menghabiskan ratusan ribu rupiah untuk benang dan jarum yang sesuai dengan keinginannya.

Aneka warna benang menjadi godaan tersendiri bagi pecinta rajut,  apalagi produk benang tertentu sulit didapatkan di Kota Palembang.

"Kalau sudah begitu biasanya kita memesan dari luar kota seperti Yogya dan Surabaya," ujarnya.

Tak ayal ia pun melakukan pemesanan dalam jumlah yang cukup besar dan seringkali dijual kembali untuk pecinta rajut lain.

Rata-rata rekan pecinta rajut yang ada di komunitas tersebut bisa menghasilkan uang dari hasil rajutannya sendiri dengan menjualkan rajutan yang mereka buat.

Mereka pun berani meyakinkan aktivitas merajut merupakan aktivitas yang menyehatkan otak, karena mampu melatih otak sebab  pola dan reflek yang baik pada tangan.

Komunitas itu pun membuka pintu bagi siapa saja yang berminat belajar maupun berbagi tentang rajutan di komunitas. Cukup datang dan membawa peralatan ke Kopi Darat Komunitas Rajut setiap bulannya.

Pewarta :
Editor: Awi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar