Logo Header Antaranews Sumsel

Sensus pertanian diharapkan jadi dasar kebijakan pro petani

Senin, 25 Maret 2013 21:11 WIB
Image Print
Lahan sawah petani mulai kekeringan terancam gagal panen (ANTARA FOTO)
...Artinya, sensus ini benar-benar bisa menjadi data yang valid sebagai dasar penting arah kebijakan pemerintah dalam peningkatan pertanian dan kesejahteraan petani di Indonesia...

Jambi (ANTARA Sumsel) - Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Jambi dan juga Guru Besar dalam ilmu ekonomi internasional dan perencanaan pembangunan Syamsurijal Tan mengharapkan sensus pertanian 2013 bisa menjadi dasar arah kebijakan yang benar-benar pro petani.

"Artinya, sensus ini benar-benar bisa menjadi data yang valid sebagai dasar penting arah kebijakan pemerintah dalam peningkatan pertanian dan kesejahteraan petani di Indonesia," ujar Syamsurijal saat memenuhi undangan sosialisasi sensus pertanian oleh Badan Pusat Statistik (BPS) di Jambi, Senin.

Menurut dia, salah satu ciri negara atau daerah maju adalah kelengkapan dan ketersediaan data statistik serta mudah dapat data data tersebut.

Keakuratan perencanaan dan arah kebijakan di bidang pertanian untuk kesejahteraan petani dipengaruhi oleh ketersediaan dan kualitas data pertanian yang baik.

Namun demikian, kata dia, sensus pertanian yang hanya dilaksanakan satu kali dalam 10 tahun dimulai sejak 1963 juga menjadi salah satu kendala tersendiri yang menyebabkan kurangnya ketersediaan dan kualitas data.

Deputi Metodologi BPS pusat, Adi Lumaksono mengatakan, petugas sensus di tiap daerah di Indonesia diutamakan merupakan warga setempat, dengan harapan betul-betul mengetahui kondisi desa dan warganya.

"Total anggaran sensus pertanian nasional 2013 ini mencapai Rp1,59 triliun dan total petugas seluruh Indonesia mencapai 250 ribu petugas," ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPS Jambi Yos Rusdiansyah mengatakan, khusus di Jambi, pihaknya akan mengerahkan 3.560 petugas sensus pertanian 2013 di seluruh desa di Provinsi Jambi.

"Satu desa minimal akan ada satu tim sensus dan diawasi oleh satu petugas. Dengan satu tim berjumlah tiga orang, hanya saja setiap desa beragam jumlah timnya tergantung luasan desanya," ujarnya.

Menurut dia, para petugas sensus tersebut sebelumnya telah melalui tahap perekrutan dan seleksi, dan setiap petugas akan mulai bertugas selama satu bulan sejak 1-30 Mei 2013.



Pewarta:
Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026