
Harga bawang merah naik

Palembang, 8/3 (Antara) - Harga bawang merah yang dijual pedagang di sejumlah pasar tradisional di Kota Palembang, Jumat, tercatat Rp26 ribu perkilogram, atau naik dibandingkan harga sebelumnya yang mencapai Rp20 ribu per kg.
Menurut Rifin, pedagang di pasar tradisional Kelurahan 7 Ulu, kenaikan harga tersebut karena nilai tebus bawang merah dari agen lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.
Di samping itu, pasokan bawang merah ke pasaran kurang lancar dan volumenya juga berkurang.
Menurut dia, harga bawang merah sejak tiga hari terakhir terus bergerak naik dari semula kisaran Rp15 ribu, bergerak hingga tertinggi Rp26 ribu per kg.
Mengenai daya beli, kata dia, memang sejak harga tinggi warga rata-rata mengurangi jumlah pembelian bawang merah. Kalau biasanya membeli satu kg, sekarang mengurangi hanya antara 2,5 ons hingga 0,5 ons saja dan bahkan sebagian pelanggan tidak membeli sama sekali.
Banyak calon pembeli begitu mengetahui harga tinggi mengurungkan niatnya membeli bawang merah, katanya.
Ia menambahkan, omzet penjualan sejak dua hari terakhir menurun, yang biasanya dalam sehari habis 40 kg, hari ini saja belum habis 10 kg.
Selain bawang merah, bawang putih juga mengalami kenaikan dari Rp20 ribu menjadi Rp22 ribu per kg.
Kenaikan harga bawang merah dan bawang putih, ternyata juga mempengaruhi nilai inflasi Kota Palembang, pada Februari lalu tercatat inflasi pada angka 0,71 persen.
Mengenai perkembangan inflasi ini, Kepala Badan Pusat Statistik Sumatera Selatan Baehdi Ruswana di Palembang sebelumnya mengatakan bahwa pada periode Februari 2013 terdapat lima jenis komoditas yang kenaikan harganya sangat mempengaruhi nilai inflasi di kota tersebut yakni bawang putih, tomat sayur, bawang merah, tarif listrik dan cabai merah.
Ia menjelaskan, kenaikan harga bawang putih 42,88 persen memberikan andil inflasi 0,20 persen, disusul tomat sayur 50,55 persen menyumbang inflasi 0,09 persen, bawang merah 15,78 persen berkontribusi 0,08 persen, tarif listrik 3,53 persen menyumbang 0,08 persen dan kenaikan harga cabai merah 10,37 persen memasok inflasi 0,06 persen.
Secara rinci, ia menjelaskan, berdasarkan pantauan harga pada 360 jenis komoditas di Kota Palembang, terdapat 78 jenis mengalami kenaikan harga, 11 komoditas terjadi penurunan dan sisanya tidak ada perubahan.
Pantauan harga tersebut diperoleh melalui sejumlah pasar tradisional di Kota Palembang, seperti Pasar 16 Ilir, cinde, Lemabang dan Pasar KM-5, termasuk beberapa pasar modern dan gerai, katanya.
Ia mengatakan, inflasi yang terjadi di Kota Palembang periode Februari 2013 disebabkan kenaikan indeks harga konsumen (IHK) pada kelompok bahan makanan sebesar 1,54 persen, diikuti perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,78 persen, kesehatan 0,57 persen, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,37 persen.
Pewarta: Oleh: Muhammad Suparni
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026
