
Produksi padi Sumsel turun

...Penurunan produksi padi itu antara lain karena pengurangan luas panen dan produktivitas masing-masing turun 15,10 ribu hektare (1,92 persen), dan 0,32 kuintal/hektare (0,74 persen)...
Palembang (Antara Sumsel) - Badan Pusat Statistik Sumatera Selatan mencatat produksi padi provinsi ini pada 2012 sebanyak 3,30 juta ton gabah kering giling, menurun 89,42 ribu ton dibandingkan produksi tahun sebelumnya.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel H Baehdi Ruswana di Palembang, Selasa, mengatakan penurunan produksi padi itu antara lain karena pengurangan luas panen dan produktivitas masing-masing turun 15,10 ribu hektare (1,92 persen), dan 0,32 kuintal/hektare (0,74 persen).
Sedangkan produksi padi Sumsel tahun 2013 berdasarkan prakiraan (angka prognosa) mencapai 3,41 juta ton gabah kering giling (gkg), atau naik sebesar 115,41 ribu ton (3,50 persen) dibanding tahun 2012.
Ia mengatakan peningkatan produksi ini antara lain disebabkan karena adanya pertambahan luas panen kisaran 13,56 ribu hektare (1,76 persen) dan peningkatan produktivitas 0,73 kuintal/hektare (1,71 persen).
Kemudian produksi jagung Sumsel tahun 2012 berdasarkan angka sementara mencapai 112,29 ribu ton pipilan kering, jumlah itu turun sebesar 13,40 ton (10,66 persen) dibanding tahun 2011.
Ia menjelaskan penurunan produksi jagung itu disebabkan adanya pengurangan luas panen 4,35 ribu hektare (13,19 persen), sedangkan produktivitas mengalami peningkatan sebesar 1,11 kuintal/hektare (2,91 persen).
Sumsel pada 2013 memprogramkan produksi jagung sebanyak 113,76 ribu ton pipilan kering, naik sebesar 1,47 ribu ton (1,31 persen) dibandingkan tahun 2012.
Peningkatan produksi tersebut diperkirakan karena adanya penambahan produktivitas yang cukup besar mencapai 0,54 kuintal/hektare (1,38 persen), sedangkan luas panen jagung mengalami penurunan sebesar 19 hektare (0,07 persen), katanya.
Mengenai produksi kedelai, menurut Baehdi, pada 2012 produksi kedelai Sumsel sebanyak 12,16 ribu ton biji kering, turun sebesar 1,55 ribu ton (11,29 persen) dibanding tahun 2011.
Penurunan produksi kedelai disebabkan berkurangnya luas panen sebesar 942 hektare (10,83 persen), dan produktivitas juga mengalami penurunan sebesar 0,08 kuintal/hektare (0,51 persen).
Produksi kedelai Sumsel tahun 2013 diperkirakan mencapai 10,78 ribu ton biji kering, jumlah itu turun 1,38 ribu ton (11,33 persen) dibandingkan tahun 2012.
Ia mengatakan penurunan produksi kedelai Sumsel tahun 2013 disebabkan berkurangnya luas panen dan produktivitas masing-masing sebesar 859 hektare (11,08 persen) dan 0,04 kuintal/hektare (0,26 persen).
Pewarta: Oleh: Muhammad Suparni
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026
