Logo Header Antaranews Sumsel

Calon penumpang Batavia kebingungan

Kamis, 31 Januari 2013 13:27 WIB
Image Print
Batavia (FOTO ANTARA)

Semarang (ANTARA Sumsel) - Sejumlah calon penumpang Batavia Air di Kota Semarang, Jawa Tengah yang sudah terlanjur membeli tiket beberapa hari sebelumnya, mengaku kebingungan ketika akan menukarkan tiket, begitu mendapat informasi bahwa maskapai itu dinyatakan pailit oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Intan Kusumawati (25), salah seorang calon penumpang Batavia Air yang ditemui di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, Kamis, mengaku sudah membeli dua tiket Batavia Air jurusan Semarang-Pontianak dengan harga Rp680 ribu untuk penerbangan Jumat (8/2).

"Kalau loket Batavia Air di bandara ini ditutup dan disegel terus saya harus minta pertanggungjawaban kepada siapa terkait dengan tiket yang sudah dibeli," katanya.

Ia menyesalkan, tidak ada satupun petugas dari Batavia Air yang menemui calon penumpang terkait dengan pengembalian uang pembelian tiket.

Calon penumpang yang lain, Ahmad Fitriadi (26), juga mengeluhkan hal serupa setelah mengetahui Batavia Air dinyatakan pailit dari berbagai media massa.

"Saya belum tahu apakah uang pembelian tiket penerbangan Batavia Air yang sudah saya beli dapat dikembalikan atau dialihkan ke maskapai lainnya dengan tujuan yang sama," ujarnya.

Berdasarkan pantauan di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, tidak terlihat antrean calon penumpang Batavia Air yang hendak menukarkan tiket pesawat.

Pada loket Batavia Air di bandara yang sudah disegel oleh petugas PT. Angkasa Pura I dengan menggunakan stiker "security check" itu tertempel surat pemberitahuan pailit.

General Affair dan Communication Section Head PT. Angkasa Pura I Bandara Ahmad Yani Semarang Anom Fitranggono saat dikonfirmasi mengatakan bahwa penyegelan loket Batavia Air sejak Rabu (30/1) malam itu guna mengamankan aset-aset maskapai penerbangangan yang dinyatakan pailit tersebut.

Sementara itu, Kantor Perwakilan Batavia Air di Jalan Imam Bonjol Nomor 180 E terlihat tutup dan tidak ada aktivitas sama sekali. (ANT)



Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026