
Permintaan babi jelang natal stabil

Waykanan, Lampung (ANTARA Sumsel) - Sejumlah peternak babi di Kabupaten Waykanan Lampung mengakui, permintaan atas hewan ternak ini menjelang Natal belum mengalami peningkatan, sehingga tidak terjadi kenaikan harga.
"Pada tahun-tahun sebelumnya biasanya terjadi kenaikan harga berkisar Rp1.000, namun sekarang masih stabil," kata Wayan Sugita, Kepala Kampung Balisadhar Utara, Kecamatan Banjit, di Waykanan, Kamis.
Menurut dia, penjualan babi biasa dihitung berdasarkan beratnya Rp24.000/kg untuk jenis kampung atau hitam, dan jenis Australia lebih murah Rp22.000/kg.
Sebagian penduduk di kampung tersebut memelihara babi untuk bisa menopang kebutuhan ekonomi mereka, mengingat keuntungan didapatkan dari penjualan hewan ternak itu tinggi dan menggiurkan.
Warga memelihara hewan ternak tersebut dengan cara dikandangkan.
"Babon babi bisa beranak enam sampai dengan 10 ekor setiap melahirkan, dan setahun bisa beranak sampai tiga kali," ujar dia.
Menurut Sugita, bibit atau babon babi itu harganya Rp250.000 sampai dengan Rp300.000 per ekor, dan seekor anak babi berusia dua bulan sudah memiliki berat sekitar 28 kilogram sehingga bisa dijual.
"Pemasarannya juga tidak susah, banyak pembeli dari Jakarta atau Palembang yang datang kemari," kata dia lagi.
Pakan babi, menurut Sugita, cukup mudah didapatkan dan dibuat, campuran gedebong pisang direbus dan kemudian diaduk dengan ampas tahu, konsentrat jagung dan ikan asin.
Bahan-bahan seperti itu mudah didapatkan di Kabupaten Waykanan yang 80 persen penduduknya menekuni pertanian.
Perihal permasalahan atas hewan ternak itu, ia menyatakan tidak khawatir sehubungan adanya dokter hewan dari Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan yang siap memberikan pelayanan.
"Dokter hewan dari selalu memantau ternak warga di sini, obat-obatan untuk kesehatan babi peliharaan kami juga diberikan," katanya. (Ant)
Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026
