
Ayah Indra atlet ski air minta maaf

....Saya sangat menyesalkan atas pernyataan Indra beberapa waktu lalu yang sama sekali tanpa berkonsultasi dengan orangtua....
Palembang (ANTARA Sumsel) - Abdul Khohar, ayah atlet ski air Sumatera Selatan Indra Hardinata meminta maaf kepada KONI dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan perihal pernyataan sang anak yang siap pindah ke DKI Jakarta beberapa waktu lalu.
"Saya sangat menyesalkan atas pernyataan Indra beberapa waktu lalu yang sama sekali tanpa berkonsultasi dengan orangtua. ," kata Abdul Khohar di Palembang, Selasa, yang menghubungi sejumlah wartawan terkait pemberitaan sebelumnya.
Menurut dia, hal itu terjadi karena emosi semata dan mengharapkan berbagai pihak mau mengerti karena usia anaknya baru 14 tahun.
Dengan penjelasan tersebut, ia berharap akan mencairkan hubungan Indra dengan pengurus KONI mengingat sang putra masih ingin memperkuat Sumatera Selatan.
"Saya sudah bicara dengan Indra bahwa sebagai anak yang masih dalam pengasuhan orangtua seharusnya meminta nasihat terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan," katanya.
Namun, sebagai orangtua ia menyadari, ungkapan beberapa waktu lalu itu dilatari kegalauan karena tidak memiliki tempat tinggal setelah pemusatan latihan PON berakhir pada September.
Indra pun terpaksa kembali ke rumah orangtua di Teluk Gelam, Kabupaten Ogan Komering Ilir, sehingga harus menjalani perjalanan darat sekitar 3 jam setiap hari untuk berlatih di Kompleks Olahraga Jakabaring, Palembang.
Keadaan itu membuat peraih medali emas PON Riau 2012 ini merasa tidak mendapatkan dukungan dari pemerintah dan KONI setempat sehingga muncul keinginan untuk pindah ke DKI Jakarta.
Menurutnya, provinsi itu memang sejak lama tertarik apalagi sebagian besar teman Indra di pemusatan latihan nasional berasal dari DKI Jakarta.
"Saya sudah tegaskan ke Indra, jika mau pindah maka lebih baik berhenti jadi atlet ski air," katanya.
Indra Hardinata merupakan putra daerah Sumsel yang mengenal olahraga ski air karena bertempat tinggal di sekitar Danau Teluk Gelam (OKI) saat kelas II SMP.
Pelatih Tim Nasional Indonesia Rusdi Amir tak segan-segan menyebut Indra "bayi ajaib" karena dalam waktu lima tahun telah mampu mengalahkan atlet ski air yang berpengalaman seperti Daud Fath.
Prestasi sebagai juara dunia junior nomor slalom tahun 2012 di Korea, perunggu SEA Games 2011, dan emas PON Riau, menurutnya dapat dijadikan indikator. Begitu pula, capaian pada Kejuaraan Dunia di Palembang, 23-25 November 2012.
Pada kejuaraan dunia ini ia mampu melampaui prediksi dengan menembus tali 14, meski para juara dunia menggapai tali 11,5 meter. Sementara, seniornya Daud Fath hanya tali 16.
Ia pun berharap provinsi yang menaunginya memberikan dukungan untuk menggapai cita-cita sebagai juara dunia. (Dolly)
Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026
