
Ulsan Hyundai dan Sanfrecce Hiroshima perebutkan hak "membusungkan dada"

Toyota (ANTARA/AFP) - Hak untuk 'membusungkan dada' di Asia akan menjadi pertaruhan ketika klub Korea Selatan Ulsan Hyundai menghadapi Sanfrecce Hiroshima asal Jepang pada pertandingan Piala Dunia Klub yang berpotensi berlangsung sengit pada Rabu.
Hadiah untuk pemenang pertandingan antara juara Liga Champions Ulsan dan juara Liga Jepang di Toyota adalah peringkat kelima di turnamen antar benua itu, setelah kedua kalah di pertandingan perempat final pada Minggu.
"Terdapat rivalitas besar di sini dan kami ingin memperlihatkan bahwa sepak bola Jepang lebih baik daripada (sepak bola) Korea," kata pemain sayap Hiroshima Michael Mikic.
"Kami memainkan sepak bola bagus dan mereka (Ulsan) mengedepankan fisik, bahkan sedikit kotor," tambah mantan pemain junior internasional Kroasia ini, menambahi bumbu menjelang pertandingan.
Pertandingan ini dilangsungkan setelah ketegangan sempat meninggi di antara tim nasional kedua negara, yang merupakan raksasa sepak bola Asia, di Olimpiade London.
Pada pekan lalu FIFA menjatuhkan skorsing dua pertandingan internasional kepada pemain Korea Selatan Park Jong Woo, setelah sikap politis pasca pertandingan di Olimpiade.
Park, yang juga didenda, tidak boleh menghadiri upcara penyerahan medali saat negaranya meraih medali perunggu pada Agustus, setelah ia membentangkan poster yang bertuliskan "Dokdo adalah pulau kami" saat merayakan kemenangan 2-0 Korea atas Jepang.
Kepulauan yang dikendalikan Seoul itu, yang disebut Dokdo di Korea dan Takeshima di Jepang, menjadi subyek kisruh teritorial selama bertahun-tahun.
Pada Minggu, Ulsan kalah 1-3 dari juara CONCACAF Monterrey dari Meksiko di perempat final Piala Dunia Klub dan Hiroshima takluk 1-2 dari juara Afrika Al Ahly asal Mesir.
Dengan kekalahan-kekalahan ini berarti kedua tim kehilangan peluang bertanding di semifinal dengan juara Eropa Chelsea dan tim Brazil yang bertabur bintang Corinthians.
Penyerang tengah Ulsan Kim Shin Wook mengatakan kekalahan pahit tersebut, di mana pemain terbaik Asia Lee Keun Ho mencetak satu gol hiburan untuk timnya, membuat para pemain semakin bersemangat untuk menaklukkan rival-rival mereka yang berasal dari Jepang.
"Kami akan menekan ke depan, kami akan memberikan segala yang dapat kami berikan untuk mencetak gol," ucapnya.
Pelatih Ulsan Kim Ho Gon, yang dinobatkan sebagai pelatih terbaik Asia pada upacara penghargaan bulan lalu, mengatakan pertandingan ini menawarkan kesempatan bagi kedua tim untuk menebus kekalahan sebelumnya.
"Kami akan senang untuk memperbaiki penampilan kami dan mendemonstrasikan sepak bola Asia kepada dunia," ucapnya.
Pertandingan ini akan memberikan 'rasa' Liga Champions musim depan kepada Hiroshima, di mana Ulsan gagal lolos.
"Dengan segala hormat kepada Liga Champions Asia, pertandingan berikutnya akan memberikan stimulasi yang bagus bagi kami," kata pelatih Hiroshima, Hajime Moriyasu.
(I015)
Pewarta:
Editor: AWI-SEO&Digital Ads
COPYRIGHT © ANTARA 2026
