Logo Header Antaranews Sumsel

1.600 warga pecandu narkoba

Selasa, 27 November 2012 11:15 WIB
Image Print
Polresta Palembang musnahkan ribuan barang bukti narkoba hasil tangkapan selama tiga bulan terakhir di Mapolres (FOTO Antarasumsel.com/Feny Sely)
....Pemerintah mempunyai komitmen dan berupaya untuk menekan penyalahgunaan narkoba, karena peredaran gelap narkoba termasuk pengguna, di Kota Sukabumi terbilang cukup tinggi....

Sukabumi (ANTARA Sumsel) - Lembaga Swadaya Masyarakat bidang penanggulangan narkotika dan obat-obatan berbahaya dan HIV/AIDS, Rumah Cemara, mencatat sampai saat ini ada sekitar 1.600 warga Sukabumi yang tersebar di kota dan kabupaten menjadi pecandu narkoba.

"Mayoritas usia pengguna narkoba golongan A seperti ganja, sabu-sabu, extasi dan putaw dari 20-45 tahun, bahkan pelajar tingkat SMP dan SMA pun dari hasil konseling cukup banyak," kata Ketua Progam dan Koordinasi Rumah Cemara perwakilan Sukabumi-Cianjur, Yudha Hilman Affandi kepada ANTARA, Selasa.

Menurut Yudha, sebenarnya secara estimasi jumlah pecandu narkoba di Sukabumi bisa mencapai 10 ribu orang, tetapi data yang masuk baik dari hasil konseling dan temuan di lapangan oleh tim hanya mencapai 1.600 orang, sisanya mereka tersebar dan belum melaporkan kasus kecanduannya tersebut.

Lebih lanjut, dari 1.600 warga Sukabumi yang kecanduan narkorba itu, sebanyak 825 orang merupakan pecandu narkoba jenis putaw dan sisanya seperti ganja, ekstasi dan sabu-sabu. "Selain pelajar dan karyawan swasta, pegawai negeri sipil (PNS) pun yang kecanduan cukup banyak diketahui dari hasil konseling keluarganya maupun si PNS tersebut," tambahnya.

Dikatakannya, banyaknya warga Sukabumi yang kecanduan narkoba disebabkan oleh masalah semakin bebasnya pergaulan bahkan anak di tingkat SMP pun mulai menggunakan obat, maupun barang yang terkandung zat anti depreson. Seperti dengan cara menghisap aroma lem aibon, menenggak pil dextro, kamlet dan lain-lain.

Kemudian, meningkat ke minuman keras, menggunakan ganja, ekstasi, sabu-sabu bahkan sampai putaw dan akhirnya menjadi pecandu narkoba. Untuk banyaknya kasus pelajar yang ditemukan oleh pihaknya berasal dari konseling orang tuanya datang langsung ke Seketariat Rumah Cemara.

"Masalah pergaulan yang menjadi faktor utama banyaknya warga Sukabumi yang kecanduan narkoba, untuk mengantisipasi dan semakin banyaknya warga kecanduan kami terus fokus dalam hal penanggulangan. Seperti dengan cara memberikan pemahaman tentang bahaya narkoba, sosialisasi langsung ke masyarakat dan sekolah dan berkoordinasi dengan pemerintah setempat," kata Yudha.

Sementara, Wakil Wali Kota Sukabumi, Mulyono mengatakan, Sukabumi merupakan pintu masuk peredaran narkoba karena letaknya strategis yang diapit dua kota besar yakni Jakarta dan Bandung. Maraknya peredaran dan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda sudah sangat mengkhawatirkan.

Maka dari itu, pemerintah mempunyai komitmen dan berupaya untuk menekan penyalahgunaan narkoba, karena peredaran gelap narkoba termasuk pengguna, di Kota Sukabumi terbilang cukup tinggi.

"Untuk menanggulangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba kami juga menggandeng semua unsur agar kasus narkoba bisa dihentikan dan kami juga memiliki target Kota Sukabumi bebas narkoba," kata Mulyono.(ANT-KR-ADR)



Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026