Logo Header Antaranews Sumsel

Indonesia bagi pengalaman hadapi krisis global

Senin, 5 November 2012 10:13 WIB
Image Print
Menteri Perdagangan Gita Wirjawan (FOTO ANTARA)
...Terkait bidang ekonomi, Indonesia akan membagi pengalamannya dalam mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi di tengah krisis...

Jakarta (ANTARA Sumsel) - Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengemukakan, pemerintah Indonesia akan membagi pengalamannya guna menghadapi krisis global dalam Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Europe Meeting (ASEM) di Vientiane, Laos, 5-6 November 2012.

"Terkait bidang ekonomi, Indonesia akan membagi pengalamannya dalam mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi di tengah krisis," kata Gita Wirjawan dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.

Mendag memaparkan, para kepala negara yang menghadiri KTT ASEM juga akan membahas situasi perekonomian dunia dan pemulihan dari krisis global, pengembangan ekonomi hijau (green economy), reformasi institusi-institusi keuangan internasional, fasilitasi dan liberalisasi perdagangan dan investasi, serta konektivitas antarregional.

Pada Minggu (4/11), Mendag bersama beberapa Menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II lainnya mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pertemuan bilateral dengan Presiden dan Perdana Menteri Laos.

Dalam pertemuan bilateral antara Presiden RI dan Presiden Laos, kedua Kepala Negara membahas hubungan kedua negara secara umum, sedangkan dalam pertemuan Presiden RI dengan PM Laos, kedua Kepala Pemerintahan membahas berbagai kerja sama di berbagai sektor seperti ekonomi, pendidikan dan kebudayaan, serta kemajuan pencapaian "ASEAN Economic Community" 2015.

Total perdagangan Indonesia dan Laos dalam periode 2007-2011 tumbuh 12,44 persen dan mencapai 9,9 juta dolar AS pada tahun 2011.

"Ruang untuk peningkatan perdagangan masih besar asal kita mampu mengatasi berbagai hambatan," kata Gita.

Mendag menuturkan, salah satu hambatan dagang kedua negara adalah masih lemahnya konektivitas, yang terindikasi dari sebagian besar produk makanan Indonesia yang ada di Laos masuk melalui negara anggota ASEAN yang sudah memiliki konektivitas lebih baik dengan Laos namun harganya menjadi relatif lebih tinggi karena ada tambahan biaya transportasi.

Ia mengemukakan, ekspor Indonesia ke Laos meningkat 22,19 persen selama periode 2007-2011 dan mencapai nilai 8,6 juta dolar AS pada 2011. Sedangkan impor Indonesia dari Laos tumbuh negatif 5,53 persen antara 2007-2011 mencapai 1,3 juta dolar AS pada 2011, yang menghasilkan surplus perdagangan bagi Indonesia sebesar 7,3 juta dolar AS.

Sebagaimana diketahui, Asia-Europe Meeting (ASEM) secara resmi dibentuk pada tahun 1996 pada Konferensi Tingkat Tinggi pertamanya di Bangkok, Thailand. ASEM merupakan forum antar regional yang terdiri dari 27 negara anggota Uni Eropa, 10 negara anggota ASEAN, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Jepang, Korea Selatan, Australia, Rusia, Selandia Baru, India, Pakistan, Mongolia, Sekretariat ASEAN dan Komisi Uni Eropa.(ANT-M040)



Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026