Logo Header Antaranews Sumsel

Permintaan arang meningkat

Kamis, 25 Oktober 2012 14:35 WIB
Image Print
...Harga arang saat ini mencapai Rp5.000 per dua bungkus untuk ukuran sedang, terjadi kenaikan harga namun hanya Rp1.000 per bungkus...

Bandarlampung (ANTARA Sumsel) - Permintaan arang di Bandarlampung meningkat tajam pada pekan ini dibandingkan sebelumnya, sementara pasokannya dari perajin kian terbatas akibat hujan yang menghambat proses pengeringannya.

"Harga arang saat ini mencapai Rp5.000 per dua bungkus untuk ukuran sedang, terjadi kenaikan harga namun hanya Rp1.000 per bungkus," kata Rodiah, pedagang arang di Pasar Tugu Bandarlampung, Kamis.

Dia mengatakan, kenaikan harga arang itu dipicu proses pengeringannya yang terlalu lama, sehingga persediaan tidak begitu banyak.

"Agar dapat menutup kerugian, kami harus menaikkan harga jualnya," kata dia lagi.

Menurut Rodiah, biasanya para perajin langsung mengirimkan arang kepada para pengecer sehingga setiap pedagang juga bebas menentukan
harga jualnya.

"Menjelang Idul Adha 1433 Hijriah ini permintaan arang meningkat tiga kali lipat, meskipun persediaan barangnya saat ini hanya sedikit," ujar dia pula.

Para pedagang menyebutkan, dalam minggu ini bisa meraih keuntungan yang jauh lebih besar dibandingkan biasanya, karena permintaan arang meningkat meskipun harganya meningkat.

"Penjualan meningkat dari pagi tadi, omzet penjualan tusuk sate juga meningkat tajam," kata Sari, pedagang lainnya di Pasar SMEP Bandarlampung.

Dia mengatakan, selain membeli arang, warga juga membeli tusuk sate untuk membakar daging kurban.

Tusuk sate dijual dengan harga Rp15.000-Rp25.000 per bungkus. (ANT/RB*H009)



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026