Drama musikal "Calon arang" sihir masyarakat Hangzhou

id Drama musikal,Calon arang

Drama musikal "Calon arang". (ANTARA)

Beijing (ANTARA News Sumsel) - Drama musikal dengan lakon "Calon Arang: The Story of Betrayal and Love" yang dipentaskan para pelajar asal Indonesia mampu menyihir masyarakat dan pelajar asing di Hangzhou, China.

"Bahkan pementasan harus digelar dua kali untuk memenuhi permintaan audiens," kata Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Tiongkok Cabang Hangzhou, Fandy Putra Limanto, di Beijing, Jumat.

Cerita rakyat dari Pulau Bali itu mengisahkan tentang seorang penyihir bernama Calon Arang yang mencintai anak gadisnya, Ratna Manggali.

Penyihir jahat tersebut ingin mencarikan suami untuk anaknya namun karena kekejamannya yang dikenal masyarakat, banyak pemuda yang mengurungkan niatnya meminang si gadis.

Awalnya pementasan digelar di Zhejiang University of Technology pada 19 Mei 2018 yang disaksikan juga oleh Atase Pendidikan Kedutaan Besar RI di Beijing Priyanto Wibowo.

"Namun karena minat audiens sangat besar, akhirnya kami diminta mementaskan lagi lakon itu," ujarnya.

Pementasan kedua juga dilakukan di Ibu Kota Provinsi Zhejiang yang dikenal sebagai markas utama perusahaan raksasa "e-commerce", Alibaba itu.

Calon Arang yang berdurasi 75 menit itu pentas kedua di Zhejiang University of Finance and Economic pada 2 Juni 2018 dengan disaksikan Konsul Jenderal RI untuk Shanghai Siti Nugraha Mauludiah.

"Total penonton pementasan kami yang pertama dan kedua sekitar 550 orang. Ini di luar dugaan kami semua karena baru pertama kali menggelar acara seperti ini," kata William Hans yang menjabat Ketua PPI Tiongkok Cabang Hangzhou periode sebelumnya.

Drama musikal yang diselingi dengan adegan beladiri tersebut melibatkan kurang lebih 80 pelajar asal Indonesia dibantu beberapa pelajar dari Sudan dan Zimbabwe.

Pementasan tersebut juga diisi dengan penampilan tarian tradisional dari beberapa daerah, seperti Sulawesi, Aceh, dan Bali, serta tarian kontemporer.
Pewarta :
Editor: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar