
Ketika Jokowi-Dahlan duo fenomenal bertemu

....Saya percaya terhadap takdir. Soal menjadi Presiden RI, itu merupakan campur tangan Tuhan....
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo pada Senin (15/10), resmi dilantik menjadi orang nomor satu di Pemda DKI Jakarta.
Baru dua hari memimpin Jakarta, Joko Widodo yang akrab disama Jokowi ini, langsung menggebrak dengan meninjau kawasan-kawasan kumuh di sejumlah sudut ibukota.
Belakangan, sosok Jokowi menjadi sorotan media dan sejumlah kalangan.
Selain sukses menjadi Walikota Solo, dengan segala kebijakannya, yang bersangkutan juga semakin fenomenal karena mampu bersaing sekaligus memenangi Pilkada DKI Jakarta mengalahkan Fauzi Bowo.
Melalui kepemimpinan pria kelahiran Surakarta, 21 Juni 1961 ini, banyak pihak berharap berbagai masalah kependudukan yang membelit kota Jakarta dapat segera diselesaikan.
Sadar terbebani tugas yang cukup berat terutama soal infrastruktur Jakarta yang macet dan semrawut, Jokowi pun langsung mendatangi Menteri BUMN Dahlan Iskan.
Menggunakan Kijang Innova warna hitam bernomor polisi B 1123 RFR, Selasa (16/10) pukul 16:00 WIB, Jokowi tiba di Kantor Kementerian BUMN, Jalan Merdeka Selatan.
Jokowi yang mengenakan kemeja lengan panjang berwarna putih, langsung menuju ruang kerja Dahlan Iskan di lantai 19 gedung yang hanya berjarak sekitar 200 meter dari Kantor Gubernur DKI Jakarta itu.
Wartawan yang sudah menunggu di ruang lobi Kementerian BUMN pun langsung melontarkan sejumlah pertanyaan alasan Jokowi sowan kepada Dahlan Iskan.
"Aset BUMN cukup banyak berlokasi atau berdekatan dengan daerah kumuh di Jakarta, sehingga untuk pemanfaatan atau pengembangannya harus minta persetujuan dari beliau (Dahlan)," ujar Jokowi singkat.
Di depan ruang kerjanya, Dahlan menunggu kedatangan Jokowi. Sesaat itu pula keduanya langsung berjabat tangan dengan erat, seperti dua orang sahabat yang sudah lama tidak bertemu.
Sejurus kemudian, Dahlan mempersilahkan Jokowi untuk memasuki ruang kerjanya dan langsung dipertemukan dengan sejumlah direksi BUMN, seperti Waskita Karya, Hutama Karya, Adhi Karya, Pembangunan Perumahan.
Pertemuan terbuka untuk diliput media massa. dalam satu meja, dikusi berlangsung cepat.
Tidak ada yang ditutup-tutupi, sehingga para petugas jurnalistik pun leluasa mencatat, dan merekam pembicaraan keduanya.
Pembahasan meliputi upaya pembangunan kembali monorail yang sempat mangkrak, peningkatan kualitas layanan KRL, pembangunan rumah susun di kawasan kumuh, pembangunan jalan tol, hingga rencana pembangunan jalan khusus truk dari Bekasi hingga Tanjung Priok.
Media darling
Diskusi berlangsung serius tapi santai, namun yang menarik disorot dalam pembicaraan singkat berkisar 15 menit tersebut adalah pertemuan kedua sosok yang saat ini sangat populer di Tanah Air itu.
Harus diakui, Jokowi dan Dahlan saat ini menjadi "media darling" yang mengisi halaman-halaman surat kabar, menjadi hit terbanyak atau bahkan terpopuler pada media on-line, serta mengisi slot pemberitaan media televisi.
Sikap terbuka dan tidak ada jarak dengan wartawan, membuat para jurnalis dalam pertemuan mendadak tersebut tidak segan-segan mendaulat keduanya untuk berpose dengan gaya saling menyilangkan kepala tangan.
Jokowi sebagai penguasa DKI Jakarta, sedangkan Dahlan sebagai kuasa pemegang saham 141 perusahaan milik negara.
Sepintas dari penampilan keduanya cocok. Dalam keseharian keduanya terlihat tidak terlalu formil. Cukup dengan kemeja putih, mengenakan sepatu kets, dan sangat minim protokoler.
Jokowi ketika menjabat Walikota Solo tidak pernah mengambil gaji Rp7,25 juta per bulan, dan tunjangan sebesar Rp22 juta per bulan.
Ia beranggapan lebih baik uang tersebut digunakan oleh orang yang miskin dan membutuhkan.
Bahkan, kebiasan tidak mengambil gaji tersebut akan dilakukannya ketika menjabat Gubernur DKI Jakarta.
Maklum, Jokowi merupakan salah seorang pengusaha mebel yang cukup sukses di Solo.
Jokowi pun memberi andil besar dalam mengembangkan mobil Esemka karya putra bangsa, SMK Muhammadiyah 2 Borobudur, Magelang.
Setali tiga uang, Dahlan juga melakukan hal yang hampir serupa.
Salah satu cara Dahlan untuk menghemat anggaran Kementerian BUMN, adalah tidak menggunakan mobil dinas.
Mobil dinas menteri Toyota Crown Royal Saloon Majesta yang saat ini berbanderol sekitar Rp1,3 miliar yang menjadi haknya, dibiarkan teronggok di basement Gedung Kementerian BUMN.
Pemilik Jawa Pos Group ini, juga pernah menyebut tidak mengambil gajinya selama menjadi Menteri BUMN.
Tidak sampai di situ, Dahlan bahkan bersedia membiayai sejumlah pemuda Indonesia yang bekerja di luar negeri untuk kembali ke Tanah Air demi mengembangkan industri mobil listrik nasional.
Pria kelahiran Magetan, 17 Agustus 1951 ini juga aktif di bidang keagamaan dengan memiliki sejumlah pesantren yang tersebar di beberapa kota di Pulau Jawa.
Capres
Dalam pengambilan keputusan, Dahlan maupun Jokowi dapat digolongkan sebagai pemimpin yang berpikiran praktis, serba cepat, tidak bertele-tele, namun tetap pada prinsip kehati-hatian.
Jokowi dikenal dengan kebijakan membangun tanpa menggusur, sedangkan Dahlan antara lain efisiensi dan berhasil mengurangi intensitas rapat-rapat, penyampaian laporan dan surat-menyurat di BUMN hingga 50 persen.
Tentunya, dari kacamata manapun sulit menilai kedua sosok tersebut karena akan ada unsur subjektivitas.
Namun kenyataanya, kedua sosok yang bersahaja ini telah mencuri perhatian publik.
Bahkan sejumlah pemikiran muncul bahwa keduanya layak dicalonkan sebagai Presiden pada Pilpres 2014.
Tapi untuk saat ini, apa jawaban Dahlan?
"Saya percaya terhadap takdir. Soal menjadi Presiden RI, itu merupakan campur tangan Tuhan," ujarnya.
Sedangkan Jokowi mengatakan, dirinya ingin fokus dulu dengan amanah yang diberikan warga kepadanya untuk membenahi kota Jakarta.
"Saya mau konsentrasi dulu, jangan ditanya yang itu. Jadi Gubernur aja pusing, apalagi jadi Presiden," kata Jokowi.
(ANT-R017)
Pewarta: Roike Sinaga
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026
