
BI promosikan "kenali rupiah anda" melalui blog

....Blog itu tidak sebatas memberikan informasi, tetapi juga ruang bagi pengunjung untuk saling berinteraksi sebagai sesama "blogger"....
Palembang (ANTARA Sumsel) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VII di Palembang mempromosikan program "Kenali Rupiah Anda" melalui internet dengan membuat halaman pada situs blog guna menekan peredaran uang palsu.
"Selain promosi secara langsung di media massa dan media elektronik, BI juga menjelajah internet dengan membuka blog beralamat secure3d.blogspot.com," ujar Asisten Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VII Herry Irman ketika ditanya mengenai upaya mencegah peredaran uang palsu di Palembang, Minggu.
Ia menerangkan situs blog itu menyosialisasi dan mengedukasi sistem pembayaran tunai dan nontunai dengan dilengkapi petunjuk serta contoh dalam bentuk gambar (instrumen).
"Untuk tunai sudah tahu caranya dengan cara "3D" (dilihat, diraba, dan diterawang), sementara sistem pembayaran nontunai, di antaranya berbasis kertas seperti cek, bilyet giro, dan alat pembayaran menggunakan kartu (APMK), seperti kartu kredit dan kartu ATM/debet, serta sistem transfer," ujarnya.
Perkembangan alat pembayaran dan sistem transfer saat ini berkembang sangat pesat dan maju sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Akan tetapi, lanjut dia, kemajuan itu diikuti sindikat pemalsuan uang dan surat berharga.
"Selain uang yang masih menjadi alat pembayaran utama di tengah masyarakat, terdapat pula alat pembayaran nontunai, seperti cek dan bilyet giro. Terkadang ini yang belum banyak diketahui masyarakat mengenai cara-cara mendeteksi kertas yang palsu," katanya.
Ia menjelaskan bahwa blog itu tidak sebatas memberikan informasi, tetapi juga ruang bagi pengunjung untuk saling berinteraksi sebagai sesama "blogger".
"Bisa bertegur sapa, bahkan dapat berbagi pengalaman dana "Kenali Rupiah Anda"," ujarnya.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VII itu meliputi Sumsel, Babel, Bengkulu, dan Lampung, mencatat sejak Januari--Juni 2012 memperoleh 342 lebar uang palsu dengan nilai nominal Rp19.405.000,00.
Adapun total uang palsu pada tahun 2011 sebanyak 613 lembar atau Rp43.690.000,00.
"Ini belum termasuk temuan pada bank pemerintah dan swasta lainnya. Kami meminta pihak kepolisian untuk segera memburu sindikat uang palsu agar tidak merugikan masyarakat, apalagi akan semakin marak menjelang Lebaran, Natal, dan Tahun Baru," ujarnya. (Dolly)
Pewarta:
Editor: AWI-SEO&Digital Ads
COPYRIGHT © ANTARA 2026
