Logo Header Antaranews Sumsel

Panitia SNMPTN ingatkan hindari perjokian

Sabtu, 9 Juni 2012 21:45 WIB
Image Print
Ilustrasi - Seleksi masuk perguruan tinggi negeri Unsri Palembang (Foto ANTARA)
....Panitia mengingatkan kepada peserta untuk tidak memakai joki, karena kedua-duanya akan dimasukkan dalam penjara yang dinilai sudah ada di area kriminal....

Palembang (ANTARA Sumsel) - Panitia Lokal Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri tahun 2012 mengingatkan peserta untuk menghindari aksi perjokian pada saat ujian, karena masuk dalam tindakan kriminal.

Ketua Panitia Lokal Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Universitas Sriwijaya Zulkifli Dahlan mengatakan di Palembang, Sabtu, peserta yang terbukti akan langsung dilaporkan ke pihak kepolisian untuk ditindak secara hukum.

"Panitia mengingatkan kepada peserta untuk tidak memakai joki, karena kedua-duanya akan dimasukkan dalam penjara yang dinilai sudah ada di area kriminal," ujarnya.

Seluruh perguruan tinggi di Indonesia bekerja sama dalam mengatasi aksi perjokian itu dengan memberikan sanksi tegas kepada pelaku yang berstatus mahasiswa.

"Jika terbukti menjadi salah seorang mahasiswa perguruan tinggi baik negeri maupun swasta maka akan langsung dikeluarkan secara tidak hormat," katanya.

Pihaknya juga mengantisipasi praktek perjokian itu dengan memberikan pembekalan kepada 1.800 pengawas di Palembang, 7-8 Juni 2012.

"Para pengawas itu dibagi dalam empat gelombang untuk menerima pengarahan dari panitia lokal seputar tugas selama ujian, seperti memeriksa kecocokan antara foto pendaftaran dan peserta ujian, hingga tata cara selama melaksanakan tugas," ujarnya.

Para pengawas itu diharuskan tetap berada di kelas dan tidak melakukan aktivitas seperti merokok, mengobrol, atau membaca koran karena memiliki wewenang melaporkan segala bentuk gerakan mencurigakan dari peserta.

"Kami mengingatkan kepada peserta agar tidak membawa telepon gengam, atau catatan-catatan selama ujian. Jika masuk dalam laporan pengawas maka secara langsung lembar ujiannya tidak akan diperiksa karena dianggap curang," katanya.

Para peserta juga diingatkan untuk memeriksa lokasi ujian seperti ruang kelas serta tempat duduk pada satu hari sebelum ujian berlangsung.

"Pemeriksaan ini penting untuk memudahkan peserta sendiri karena pada hari pelaksanaan, arus lalu lintas sangat padat dan diburu waktu. Pihak perguruan tinggi dan sekolah sudah menempel nomor ujian pada Senin (11/6)," katanya.

Pelaksanaan SNMPTN jalur ujian tertulis untuk tahun ini, relatif tidak ada perbedaan dengan materi Tes Potensi Akademik dan tes bidang studi (TBS) pada tanggal 12 Juni, Tes Bidang Studi IPA/IPS pada tanggal 13 Juni, dan Ujian Keterampilan pada tanggal 14-15 Juni. Sementara pengumuman kelulusan pada 7 Juli 2012.

Para calon mahasiswa itu akan memperebutkan 3000-an kursi yang tersisa dari 6.016 kuota yang disediakan karena terdapat jalur penerimaan melalui undangan dan bea siswa Bidikmisi.

"Untuk yang ikut ujian di Palembang mencapai 17 ribu orang, sementara 2 ribu orang lagi di provinsi lain. Artinya total peminat Unsri tahun ini mencapai 19 ribu dari 14 ribu pada tahun 2011," katanya.(Dolly)



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026