Logo Header Antaranews Sumsel

Program studi kependudukan Unsri kurang diminati

Senin, 21 Mei 2012 17:49 WIB
Image Print
...Sudah menginjak tahun ke empat hanya ada 17 orang mahasiswa dengan asumsi lima mahasiswa baru setiap tahun...

Palembang (ANTARA Sumsel) - Minat mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang strata dua (S2) di Universitas Sriwijaya masih rendah, kata Ketua Program Studi S2 Kependudukan Unsri Nurlina Tarmiji.

"Sudah menginjak tahun ke empat hanya ada 17 orang mahasiswa dengan asumsi lima mahasiswa baru setiap tahun," kata Nurlina di Palembang, Senin.

Program Studi itu kurang diminati karena mahasiswa menginginkan menempuh pendidikan secara linier atau berkesimbungan sesuai dengan jenjang pendidikan strata satu (S1) yang diambil.

"Jika S1-nya ekonomi maka akan melanjutkan ke program studi yang sama, padahal kependudukan ini sifatnya multi disiplin ilmu, seperti saya, S1 ekonomi, S2 kependudukan, dan program doktor mengambil ekonomi lagi," ujarnya.

Menurut dia, pemahaman yang salah itu sangat merugikan mengingat Unsri telah memiliki fasilitas memadai untuk menjalankan program studi kependudukan itu.

"Delapan puluh persen dosen sudah meraih gelar doktor sementara mahasiswanya sangat sedikit sekali. Padahal, program kependudukan ini hanya eksis di tiga universitas, yakni Unsri, UGM dan UI," ujarnya.

Sementara, hingga tahun ke-4 hanya meluluskan seorang mahasiswa.

"Ke depan, fokus kami adalah promosi ke instansi-instansi pemerintah karena segala aspek kehidupan akan menyangkut masalah kependudukan," ujarnya.

BKKBN telah memberikan beasiswa kepada 10 pengawainya yang mau melanjutkan ke jenjang S2 kependudukan untuk memancing pengembangan dan penelitia bidang itu.

"Sementara ini baru satu orang pegawai BKKBN yang menjadi mahasiswa kami. Sebagian besar mahasiswa merupakan PNS Pemerintah Kabupaten/Kota dan guru," ujarnya.

Unsri menerima pendaftaran mahasiswa baru S2 program studi kependudukan secara online dari awal Mei hingga 3 Juni 2012.(ANT/pso-039)



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026