
Pengusaha kurang peduli pada keluarga miskin

Palembang (ANTARA Sumsel) - Pengusaha masih kurang peduli kepada keluarga miskin sehingga perekonomian mereka hingga kini belum bisa terangkat, kata Ketua Yayasan Damandiri Jakarta, Haryono Suyono di Palembang, Selasa.
Ketika menjadi salah satu pembicara pada seminar nasional pembangunan berwawasan kerakyatan di Palembang tersebut, Haryono menjelaskan bahwa selama ini pengusaha bersaing untuk menang sendiri dan belum peduli terhadap sesamanya.
Menurut dia, makanya harus dirobah jadi pengusaha itu ada orang miskin yang diangkat menjadi calon pengusaha, mempunyai anak angkat, mempunyai anak binaan dan pengusaha binaan.
"Konsep-konsep itu yang akan dikembangkan dan kita sudah mulai di 100 kabupaten di seluruh Indonesia," kata mantan Kepala BKKBN/Menteri Kependudukan dan Menko Kesra RI tersebut.
Ia menyatakan, di Palembang sendiri nanti akan ada pertemuan dengan wali kota setempat pada 3 Mei 2012 untuk membicarakan permasalahan tersebut.
Setelah itu akan dikembangkan bersama pos pemberdayaan keluarga di tingkat pedesaan dan dengan sendirinya nanti mempersatukan, menyegarkan kembali kebersamaan gotong royong, kebersamaan kemanusiaan serta mengangkat orang miskin sebagai manusia berwibawa, kata dia.
Ia juga menuturkan, mahasiswa-mahasiswa itu untuk terjun ke desa-desa, sehingga gagasan-gagasan berlian dari wali kota dibawa ke desa, dibudidayakan di desa sehingga rakyat mulai makmur dari pedesaan.
Contoh gagasan itu, supaya tidak ada satupun anak usia sekolah tidak sekolah, tidak ada satupun orang tua muda atau keluarga muda yang sakit-sakitan.
Kemudian keluarga muda mempunyai kegiatan-kegiatan memberikan penghasilan yang cukup, sehingga tidak miskin dan pengembangan ekonomi pedesaan bukan pengembangan ekonomi yang bersaing. Akan tetapi pengembangan ekonomi kooperatif, pengembangan ekonomi kerja sama dan saling tolong menolong, kata dia.
Wali Kota Palembang, H Eddy Santana Putra menyatakan, membangun negeri hakekatnya adalah agar rakyatnya makin sejahtera.
Rakyat dinamakan makin sejahtera apabila memiliki kecukupan di bidang pangan, sandang, papan, pendidikan, kesehatan, air minum, energi, rasa aman, lingkungan yang baik, mendapatkan keadilan dan sebagainya.
Itu tujuan pembangunan, kata Wali Kota Palembang tersebut.
Rektor Universitas Taman Siswa, KH Sofyan Hasan mengatakan, pihaknya siap memberdayakan masyarakat pedesaan melalui kuliah kerja nyata (KKN) anak didiknya.
Pada seminar itu juga dilakukan penandatanganan piagam kerja sama antara Wali Kota Palembang dengan Universitas Taman Siswa. (ANT/KR-Sus)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
