
Warga Lubuklinggau diminta waspadai DBD

Lubuklinggau, Sumsel (ANTARA News) - Dinas Kesehatan Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumatra Selatan, mengingatkan masyarakat setempat untuk mewaspadai penyakit demam berdarah dengue yang mulai berjangkit belakangan ini.
"Hingga saat ini jumlah warga yang terserang DBD 63 orang. Dari jumlah itu, empat orang meninggal dunia, tapi bukan murni karena DBD melainkan ada penyakit penyerta lainnya," kata Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kota Lubuklinggau, Bisman Dalimunte, Minggu.
Ia menyeru warga menerapkan pola hidup bersih dan sehat demi menangkal bhaya DBD.
Warga yang terkena serangan DBD tersebar pada 72 kelurahan dalam delapan kecamatan, dengan usia rata-rata terserang ialah kalangan remaja.
Serangan DBD di daerah itu belum bisa dikatakan kejadian luar biasa (KLB), karena korban yang meninggal dunia bukan murni akibat penyakit DBD.
Pihaknya saat ini sudah melakukan pengasapan atau "fogging" dengan radius 50 meter dari 63 rumah warga yang terserang DBD, kemudian pada sejumlah wilayah yang dianggap rawan penyebarannya serta membagikan bubuk anti nyamuk (abate).
Selain itu pihaknya saat juga melakukan penyuluhan dalam 72 kelurahan melalui kegiatan posyandu, serta mengimbau pihak kelurahan melakukan gerakan pembersihan lingkungan terutama saat musim hujan saat ini karena memungkinkan berkembangbiaknya nyamuk penyebar DBD di mana saja.
Warga juga diminta menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta melakukan pencegahan perkembangbiakan nyamuk dengan gerakan 3M yakni menguras bak mandi, mengubur barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembiakan nyamuk dan menutup tempat penampungan air.
Dia juga meminta agar warga yang mengalami serangan demam tinggi disertai dengan timbulnya bintik-bintik di badan, segera berobat ke rumah sakit terdekat guna mendapatkan pertolongan dan melaporkannya ke dinas kesehatan setempat.(ANT-NMD/Parni)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
