Logo Header Antaranews Sumsel

Kasus DBD Sumsel tembus 723 perkara, empat pasien meninggal dunia

Selasa, 31 Maret 2026 18:23 WIB
Image Print
Petugas melakukan pengasapan di salah satu rumah warga Kota Palembang, Sumatera Selatan. ANTARA/Ahmad Rafli Baiduri

Palembang (ANTARA) - Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan mencatat sebanyak 723 kasus demam berdarah dengue (DBD) di wilayah setempat dari bulan Januari sampai dengan Maret 2026.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sumatera Selatan Ira Primadesa di Palembang, Selasa, mengatakan dari total kasus tersebut terdapat empat pasien yang meninggal dunia.

"Dari sebaran wilayah yang ada, Kota Palembang menjadi daerah dengan temuan kasus tertinggi, yakni sebanyak 268 kasus DBD," katanya.

Ia merinci jumlah kasus DBD di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) empat kasus, Ogan Komering Ilir (OKI) 30 kasus, Muara Enim 53 kasus, Lahat 23 kasus, Musi Rawas 26 kasus, dan Musi Banyuasin 29 kasus.

Kemudian, Kabupaten Banyuasin 55 kasus, OKU Selatan 49 kasus, OKU Timur delapan kasus, Ogan Ilir 66 kasus, Empat Lawang dua kasus, Kota Prabumulih 10 kasus, Pagar Alam satu kasus, Lubuklinggau 59 kasus, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) 15 kasus, Musi Rawas Utara 25 kasus.

Dalam upaya menekan kasus DBD, Dinkes Sumsel berkolaborasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya meluncurkan program pemantauan vaksinasi dengue yang melibatkan 7.500 siswa sekolah dasar di Palembang, 5.000 di antaranya akan mendapatkan vaksinasi.

Program ini menyasar anak usia 6–10 tahun di 60 sekolah dasar sebagai kelompok rentan terhadap infeksi dengue.

Urgensi program ini sangat tinggi karena data tujuh tahun terakhir mencatat 41 persen kematian akibat dengue di Sumsel terjadi pada kelompok usia 5-14 tahun. Langkah ini juga merupakan intervensi langsung untuk mengejar target "Zero Dengue Death" pada Tahun 2030.

Pihaknya juga memasifkan sosialisasi untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk lewat pembersihan tempat air, pemeliharaan ikan pemakan jentik, dan fogging.

"Pengendalian juga akan dilakukan dengan pengembangan wolbachia yang mampu menurunkan kesakitan dengue hingga 77 persen dan hospitalisasi 86 persen, serta imunisasi dengue," jelasnya.

Ira mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi peningkatan kasus menjelang akhir tahun, terutama memasuki musim penghujan yang dapat mempercepat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.

"Peran aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam menekan penularan dengue. Pemberantasan sarang nyamuk dan penerapan 3M Plus harus dilakukan secara rutin di lingkungan tempat tinggal," kata dia



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026