
2012, RSD Pagaralam siap jadi Badan Layanan Umum Daerah

Pagaralam, Sumsel, (ANTARA News) - Rumah Sakit Daerah (RSD) Besemah di Kota Pagaralam, Sumatera Selatan pada Januari 2012 akan resmi menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), karena dinilai sudah memenuhi persyaratan administrasi.
"RSD Besemah Pagaralam merujuk Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61 Tahun 2007 sudah memenuhi persyaratan, untuk menjadi Badan Layanan Umum Daerah," kata pelaksana tugas (Plt) Direktur RSD Besemah, dr Edy Kenedi, di Pagaralam, Selasa (27/12).
Edy mengatakan, semua kebutuhan untuk mendukung perubahan satus dari pelayanan kesehatan biasa menjadi BLUD itu, kini tinggal menunggu beberapa hari lagi, terutama dalam penerapan pengelolaan sendiri administrasi keuangan.
"Kalau kita sudah menerapkan BLUD tidak tergantung lagi dengan pemerintah daerah, dan pelayanan akan semakin dapat ditingkatkan, karena keuangan akan dikelola sendiri. Hal ini juga sangat berkaitan dengan kesejahteraan pegawai dan petugas kesehatan," kata Edy.
Edy menegaskan, program ini dilakukan untuk lebih mengoptimalkan pelayanan dalam bidang kesehatan kepada masyarakat Pagaralam.
Program BLUD tersebut, Menurut Edy, bukan hanya dapat mendorong peningkatan pelayanan saja, tapi upaya memotong birokrasi keuangan yang sering menjadi persoalan utama bagi rumah sakit dalam memenuhi kebutuhan atau operasionalnya sehari-hari.
"Kalau program ini sudah berjalan, semua pendapatan yang diterima RSD atau yang selama ini disumbangkan menjadi pendapatan asli daerah, akan dikelola sendiri. Jadi semua kebutuhan mulai dari honor pegawai dan belanja kebutuhan rumah sakit dapat ditentukan sendiri tanpa harus melalui birokrasi yang berbelit-belit," jelas Edy.
Namun, kata Edy, untuk menjadi BLUD tidak gampang dan ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, di antaranya sudah lulus penilaian administrasi, laporan keuangan dan rencana strategis program kerja, termasuk sudah melalui penilaian dari tim yang dibentuk Pemerintah Kota Pagaralam.
"Rumah sakit bisa dinyatakan memenuhi persyaratan menjadi BLUD bila lulus penilaian, yaitu bidang standar pelayanan, tata kelola keuangan, melalui penilaian tim, termasuk tim ahli dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan," ujar Edy.
RSD Besemah baru memenuhi persyaratan standar tipe C, karena baru memiliki satu dokter spesialis anak, penyakit dalam, bedah, kebidanan, mata dan kandungan.
"Saat ini layanan kelas III juga harus ada penambahan, karena 83 persen dari 146 tempat tidur sudah penuh dan bahkan mengalami kekurangan. Kita sudah memprogramkan pada 2013 hingga 2014 melakukan penambahan 200 tempat tidur," kata Edy.
Prioritas untuk kelas III, mengingat untuk VIP dan kelas I hanya sekitar 10 persen tingkat pelayanan yang disediakan RSD Besemah.
"Begitupula dengan sarana penunjang lain berupa peralatan kesehatan yang dapat mendukung pelayanan akan ditambah, seperti alat pemeriksaan urine, jantung, laboraturium, rontgen, ahli fisioterapi dan berbagai peralatan lainnya," ujar Edy.
"Peraturan Wali Kota tentang Pelimpahan Pengelola Keuangan RSD Besemah dari Wali Kota Pagaralam kepada Direktur Rumah Sakit Daerah ini sudah keluar, jadi tinggal pelaksanaannya saja dilakukan," kata Edy.
Wakil Wali Kota Pagaralam dr Ida Fitriati mengatakan, program BLUD diberlakukan bertujuan agar seluruh paramedis dan pegawai rumah sakit ini dapat lebih meningkatkan pelayanan terutama kepada pasien.
"Sebagai salah satu program pemerintah di bidang kesehatan, selain kondisi gedung rumah sakit yang sudah cukup megah, dan pelayanannya juga harus menjadi prioritas utama," ujar Ida.
Ida Fitriati mengatakan, rumah sakit ini selesai dibangun tahun 2008 lalu melalui APBD dengan dana sekitar Rp53 miliar, di atas lahan seluas tiga hektare terletak cukup strategis di tengah-tengah kota.
"Lokasinya bahkan merupakan pintu masuk dari Kabupaten Empatlawang, Bengkulu, dan Lahat. Bila semakin meningkat pelayanan dan sarana pendukung, akan mendorong masyarakat untuk datang berobat ke RSD Besemah, termasuk dari daerah tetangga," kata Ida. (ANT-127)
Pewarta:
Editor: Erie Khafifi Mukti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
