Logo Header Antaranews Sumsel

Uang batik Ketua RT lebih baik untuk rakyat

Senin, 19 Desember 2011 15:05 WIB
Image Print
Baju batik dan kerajinan khas Kota Palembang, paling dicari wisatawan nusantara dan mancanegara ketika berkunjung ke kota pempek ini. (FOTO ANTARA/Yudi Abdullah/11)
...Sampai saat ini, di Kota Palembang masih banyak warga yang hidup pra sejahtera dimana untuk memenuhi kebutuhan makan saja mereka tidak bisa...

Palembang, (ANTARA News) - Pengamat kebijakan publik dari Universitas Sjakhyakirti Palembang, Prof DR Edwar Juliartha mengatakan pemberian batik untuk ketua RT dan RW dari APBD Kota Palembang, Sumatera Selatan tidak tepat karena dana sebesar Rp980 juta itu dapat digunakan membantu rakyat yang sangat membutuhkan.

"Ketua RT/RW telah mendapat insentif yang juga dianggarkan pemkot setempat seharusnya dana tersebut bisa dioptimalkan bukan malah menambah anggaran baru dari APBD setempat untuk membeli batik," katanya kepada ANTARA, di Palembang, Senin.

Ia menjelaskan, idealnya, pemerintah lebih bijak dalam menggunakan mata anggaran apalagi penggunaan APBD jelas telah diatur undang-undang dan peraturan lainnya.

Pemberian batik untuk seragam ketua RT/RW membuktikan kalau pemkot bersifat konsumtif dan pemberiannya pun cenderung tendensius, ujar dia.

Menurut dia, dana yang hampir mencapai Rp1 miliar tersebut sangat tepat kalau dialokasikan untuk kepentingan warga yang masih sangat membutuhkan, seperti subsidi bahan kebutuhan pokok atau program lainnya.

Sampai saat ini, di Kota Palembang masih banyak warga yang hidup pra sejahtera dimana untuk memenuhi kebutuhan makan saja mereka tidak bisa sehingga harus menjadi perhatian pemerintah, tambah dia.

Dia mengatakan, kalau memang pemkot ingin memberikan seragam kepada ketua RT/RW tentunya jangan mengambil dana APBD karena semestinya pendistribusian benar-benar untuk kepentingan rakyat.

Pemberian batik juga tidak akan menjadi jaminan bagi ketua RT/RW melayani warga mereka secara optimal, kata dia.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Kota Palembang, Nasir Kadir menjelaskan pemberian batik seragam kepada ketua RT/RW karena pemkot menilai mereka adalah ujung tombak dari pemerintahan setempat sehingga layak diberikan penghargaan.

Alokasi dana untuk batik seragam tersebut mencapai Rp980 juta yang dibagikan kepada 4.000 ketua RT dan RW di kota pempek dengan harga satuan Rp200 ribu per lembar batik, ujar dia.

Dia menambahkan, pemberian batik ini telah dua kali dilaksanakan dimana batik pertama kini telah pudar dan dinilai tidak layak untuk digunakan lagi sehingga mesti ada seragam baru.

Selain menerima batik ketua RT/RW juga mendapatkan insentif sebesar Rp100 ribu per bulan yang dibagikan per triwulan, tambah dia.(ANT-037)



Pewarta:
Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026