Jakarta (ANTARA) - Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman menegaskan hingga saat ini, secara pribadi tidak lagi memiliki persoalan dengan Habib Rizieq Shihab.
"Karena itu, sekarang ramai seakan-akan bahwa saya jadi KSP, kemudian akhirnya narasi dari Bapak Presiden itu muncul. Ya, itu bukan, bukan dari saya," ujar Dudung saat ditemui di Kantor KSP, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa,.
Sebelumnya, Rizieq melalui kanal YouTube Islamic Brotherhood Television menyinggung pidato Presiden Prabowo Subianto soal warga negara Indonesia (WNI) yang menyebut Indonesia Gelap untuk kabur ke Yaman saja.
Rizieq menyebut bahwa ucapan Presiden telah dipengaruhi oleh seseorang yang dia sebut sebagai "Jenderal Baliho". Julukan ini diduga diarahkan kepada Dudung Abdurachman karena pernah menertibkan atribut FPI.
Dudung menjelaskan, polemik penurunan baliho beberapa tahun lalu dilakukan dalam konteks penegakan aturan setelah organisasi Front Pembela Islam (FPI) dibekukan pemerintah.
Menurut Dudung, langkah tersebut saat itu diambil karena adanya narasi yang berpotensi mengganggu persatuan nasional, termasuk ajakan yang dianggap memicu provokasi di tengah masyarakat.
Ia juga menepis anggapan bahwa posisinya sebagai Kepala KSP berkaitan dengan munculnya berbagai narasi politik yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Dudung menegaskan dirinya tidak berada di balik isu-isu tersebut.
Dalam kesempatan itu, Dudung mengajak seluruh tokoh bangsa, termasuk Rizieq, untuk bersama-sama menjaga suasana kondusif di tengah situasi global yang penuh tantangan ekonomi dan politik.
Menurutnya, seorang ulama seharusnya menghadirkan kesejukan, menjaga tutur kata, serta tidak memprovokasi masyarakat.
"Marilah kita bangun bangsa ini dengan keteduhan, tidak saling memfitnah, tidak saling mencurigai," katanya.
Dudung menilai stabilitas nasional saat ini perlu dijaga bersama, terutama ketika Indonesia dan negara lain menghadapi dampak situasi global.
Nilai Pancasila
Ia menyampaikan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo terus berupaya menjaga kondisi nasional tetap stabil.
Lebih lanjut, Dudung mengimbau masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh isu provokatif maupun informasi yang belum tentu benar.
Menurutnya, gangguan terhadap persatuan bangsa hanya berasal dari segelintir pihak yang terus mengulang narasi lama.
Dudung menegaskan keyakinannya bahwa nilai-nilai Pancasila tetap menjadi perekat utama bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan.
"Saya yakin dengan Pancasila yang mempersatukan bangsa ini, saya yakin rakyat Indonesia akan tetap bertahan, akan tetap menjaga agar isu-isu, berita-berita hoaks yang mengganggu stabilitas nasional ini bisa ditangkal," imbuhnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dudung tegaskan tak lagi punya persoalan dengan Rizieg