Palembang (ANTARA) - Pengelola Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) Palembang, Sumatera Selatan melayani sebanyak 12.846 penumpang pada puncak arus balik Lebaran pada Selasa 24 Maret 2026.

Executive General Manager General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional SMB II Palembang Ahmad Syaugi Shabab di Palembang, Rabu, mengatakan jumlah tersebut meningkat 24,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebanyak 10.317 penumpang, dengan tingkat keterisian kursi (load factor) mencapai 87,9 persen.

“Lonjakan ini mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat pada arus balik Lebaran tahun ini,” katanya.

Berdasarkan data Posko Monitoring per 24 Maret 2026 pukul 23.33 WIB, total pergerakan pesawat mencapai 80 penerbangan (movement), atau tumbuh 33,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari total pergerakan tersebut, maskapai Super Air Jet mendominasi pangsa pasar penumpang sebesar 33,3 persen, diikuti Citilink sebesar 18,4 persen, dan Garuda Indonesia sebesar 12,8 persen.

Kemudian, tingkat penggunaan slot penerbangan (slot utilization) mencapai 100 persen, yang menandakan operasional bandara berjalan optimal selama periode puncak arus balik.

Meski demikian, performa ketepatan waktu penerbangan atau On Time Performance (OTP) berada pada angka 65 persen, dengan rincian 52 penerbangan tepat waktu dan 28 mengalami keterlambatan dari total 80 penerbangan.

“Realisasi penerbangan tambahan (extra flight) juga mencapai 17 penerbangan untuk mengakomodasi lonjakan penumpang,” ujarnya.

Sedangkan, volume angkutan kargo mengalami penurunan signifikan sebesar 52,9 persen menjadi 3,9 ton dibandingkan tahun lalu yang mencapai 8,3 ton.

Namun, pemulihan rute internasional mulai terlihat dengan adanya empat pergerakan pesawat yang mengangkut sebanyak 585 penumpang.

Pihak otoritas bandara memastikan seluruh fasilitas dan personel disiagakan penuh guna memberikan pelayanan optimal bagi para pemudik.

“Kami terus memantau pergerakan secara real-time untuk memastikan kelancaran operasional hingga masa angkutan lebaran berakhir,” kata Syaugi.