Palembang (ANTARA) - Sebanyak 100 orang siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas 7 Palembang mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Kepala Sekolah Rakyat Menengah Atas 7 Palembang Diana Nursanti di Palembang, Senin, mengatakan pada hari pertama MPLS para siswa menjalani cek kesehatan gratis, wawasan Wiyata Mandala, hingga sejumlah permainan terkait dengan pengenalan sekolah.

"Dalam kegiatan MPLS ini juga para siswa juga akan berkeliling sekolah," katanya.

Ia menjelaskan sistem pembelajaran Sekolah Rakyat akan mengolaborasikan berbagai kurikulum, yaitu kurikulum Kementerian Agama, kurikulum nasional, dan kurikulum asrama.


“Kita menggabungkan kurikulum asrama dengan kurikulum belajar seperti biasa, dan juga ini kita lebih kepada peningkatan talent, jadi tahu bakat anak di mana dan itu yang akan kita kembangkan nantinya supaya anak berprestasi," jelasnya.

Sekolah Rakyat Menengah Atas 7 Palembang memiliki sebanyak 17 guru dan wali asuh yang bertanggung jawab yang mendampingi siswa. Setiap wali asuh akan mendampingi 10 siswa.

"Sekolah ini menggunakan sistem asrama, sehingga bagi orang tua yang ingin menemui anaknya itu dapat dilakukan pada hari Minggu," kata Diana.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Palembang Agus Rizal mengatakan Sekolah Rakyat diharapkan dapat memutus mata rantai kemiskinan di Kota Palembang.

"Mudah-mudahan harapan pemerintah pusat melalui arahan Pak Presiden sekolah ini dapat memutus rantai kemiskinan lewat sektor pendidikan," kata dia.


Pewarta : Ahmad Rafli Baiduri
Uploader : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026