Pemprov Sumsel petakan percepatan ketahanan pangan
Kamis, 21 November 2024 1:00 WIB
Penjabat (Pj) Gubernur Sumsel Elen Setiadi, di Palembang, Rabu (20/11/2024). ANTARA/Ahmad Rafli Baiduri
Palembang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) menyiapkan langkah untuk percepatan ketahanan pangan yang menjadi program pemerintah pusat.
"Kami di Sumsel juga bersepakat untuk mempercepat program ini di Sumsel. Beberapa hal yang kami sepakati adalah percepatan untuk ketahanan pangan dengan Program Lahan Sawah Rawa dan ini sedang dipersiapkan oleh Dinas terkait untuk dikoordinasikan juga dengan Kementan," kata Penjabat (Pj) Gubernur Sumsel Elen Setiadi, di Palembang, Rabu.
Ia menjelaskan Sumsel akan membuka sebanyak 120 ribu hektare (ha) lahan baru untuk cetak sawah guna mendukung program ketahanan pangan tersebut yang telah disiapkan oleh dinas terkait. Hal ini juga sebagai bentuk meningkatkan jumlah hasil cetak sawah.
"Kami juga mengajak pihak swasta investasi di bidang sawah ini dan juga membawa teknologi baru juga bekerja sama, seperti di perkebunan ada namanya plasma ada inti, dan konsep ini segerakan dalam waktu dekat," katanya lagi.
Elen mengatakan Pemprov Sumsel sudah menyelesaikan tahap identifikasi dan telah menyediakan penyiapan beberapa lahan.
"Untuk akhir 2024 dengan program yang ada sudah mulai dijalankan. Insya Allah nanti awal Desember kami bersama Kapolda, Panglima Kodam, dan forkopimda akan melakukan pembukaan lahan sawah rawa itu," kata dia.
Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel memetakan lokasi cetak sawah baru seluas 270 ribu ha lebih di empat kabupaten di provinsi tersebut pada 2025.
Empat kabupaten yang dipetakan sebagai lokasi cetak sawah, yakni Kabupaten Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, Banyuasin, dan Kabupaten Musi Banyuasin.
"Kami di Sumsel juga bersepakat untuk mempercepat program ini di Sumsel. Beberapa hal yang kami sepakati adalah percepatan untuk ketahanan pangan dengan Program Lahan Sawah Rawa dan ini sedang dipersiapkan oleh Dinas terkait untuk dikoordinasikan juga dengan Kementan," kata Penjabat (Pj) Gubernur Sumsel Elen Setiadi, di Palembang, Rabu.
Ia menjelaskan Sumsel akan membuka sebanyak 120 ribu hektare (ha) lahan baru untuk cetak sawah guna mendukung program ketahanan pangan tersebut yang telah disiapkan oleh dinas terkait. Hal ini juga sebagai bentuk meningkatkan jumlah hasil cetak sawah.
"Kami juga mengajak pihak swasta investasi di bidang sawah ini dan juga membawa teknologi baru juga bekerja sama, seperti di perkebunan ada namanya plasma ada inti, dan konsep ini segerakan dalam waktu dekat," katanya lagi.
Elen mengatakan Pemprov Sumsel sudah menyelesaikan tahap identifikasi dan telah menyediakan penyiapan beberapa lahan.
"Untuk akhir 2024 dengan program yang ada sudah mulai dijalankan. Insya Allah nanti awal Desember kami bersama Kapolda, Panglima Kodam, dan forkopimda akan melakukan pembukaan lahan sawah rawa itu," kata dia.
Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel memetakan lokasi cetak sawah baru seluas 270 ribu ha lebih di empat kabupaten di provinsi tersebut pada 2025.
Empat kabupaten yang dipetakan sebagai lokasi cetak sawah, yakni Kabupaten Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, Banyuasin, dan Kabupaten Musi Banyuasin.
Pewarta : Ahmad Rafli Baiduri
Editor : Syarif Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bapenda Sumsel pastikan tak ada kenaikan tarif Pajak Kendaraan Bermotor 2026
13 February 2026 23:38 WIB
Pemprov Sumsel terapkan gentengisasi secara bertahap, target awal bangunan pemerintah
13 February 2026 23:36 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
PT OKI Pulp & Paper bangun jalan beton di OKI, dorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa
14 February 2026 17:53 WIB
PT Bumi Andalas Permai dukung budidaya kepiting bakau di Desa Sungai Batang OKI
12 February 2026 14:15 WIB
KAI tambah rangkaian KA Sindang Marga, antisipasi lonjakan penumpang Imlek
12 February 2026 6:52 WIB
PEP Prabumulih tingkatkan produksi migas Sumur PBM-025 melalui 'well service'
11 February 2026 14:36 WIB