Pelajar SMP di aniaya hingga tewas akiabt salah paham
Kamis, 29 Agustus 2024 9:41 WIB
Ilustrasi penganiayaan. ANTARA/Dokumentasi Pribadi
Sukabumi, Jabar (ANTARA) - Polres Sukabumi sudah mengidentifikasi terduga penganiaya pada seorang pelajar SMP negeri hingga tewas, di Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat dengan menggunakan senjata tajam saat pulang sekolah.
“Sudah teridentifikasi. Antara pelaku dan korban tidak satu sekolah," kata Kapolres Sukabumi AKBP Samian di Sukabumi, Rabu.
Dijelaskan, korban berinisial G (15), pelajar di bangku kelas IX ini, tiba-tiba dikejar oleh oknum pelajar yang bersekolah dari salah satu SMP swasta di Kecamatan Cicurug dan kemudian terjatuh dan saat itulah pelaku melukai korban di bagian punggung.
Petugas, lanjut dia, telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), sedangkan jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Polri Keramat Jati di Jakarta untuk dilakukan autopsi agar bisa diketahui penyebab kematian korban.
Oleh karena itu, pihaknya sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku.
"Pelaku ada beberapa, namun belum diketahui peranannya masing-masing dalam peristiwa itu," katanya.
Selain itu, pihaknya masih melakukan pendalaman serta mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi, sehingga belum bisa menggambarkan secara detail peristiwa tersebut dan belum mengetahui motifnya.
"Informasi awal yang didapat dari saksi, peristiwa ini berawal dari kesalahpahaman. Diduga pelaku lebih dari satu orang, tapi siapa yang menjadi pelaku utama masih kita dalami,” tambahnya.
Ia juga mengatakan penganiayaan sehingga menyebabkan seorang pelajar SMP tewas terjadi di Kampung Cicewol, Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug atau berjarak sekitar 200 meter dari rumah korban.
Sementara, paman korban Riki menambahkan korban ketika itu dalam perjalanan pulang kemudian dicegat sejumlah pelajar lain dan langsung lari untuk menyelamatkan diri, tetapi terjatuh sehingga terjadi penganiayaan itu.
Kejadiannya sekitar pukul 14.00 WIB, karena dekat rumah langsung diketahui keluarga, kemudian oleh bapak korban dibawa ke sebuah klinik, tetapi, karena peralatan tidak lengkap kemudian dirujuk ke RS Bhakti Medicare, namun nyawanya tidak tertolong.
“Sudah teridentifikasi. Antara pelaku dan korban tidak satu sekolah," kata Kapolres Sukabumi AKBP Samian di Sukabumi, Rabu.
Dijelaskan, korban berinisial G (15), pelajar di bangku kelas IX ini, tiba-tiba dikejar oleh oknum pelajar yang bersekolah dari salah satu SMP swasta di Kecamatan Cicurug dan kemudian terjatuh dan saat itulah pelaku melukai korban di bagian punggung.
Petugas, lanjut dia, telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), sedangkan jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Polri Keramat Jati di Jakarta untuk dilakukan autopsi agar bisa diketahui penyebab kematian korban.
Oleh karena itu, pihaknya sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku.
"Pelaku ada beberapa, namun belum diketahui peranannya masing-masing dalam peristiwa itu," katanya.
Selain itu, pihaknya masih melakukan pendalaman serta mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi, sehingga belum bisa menggambarkan secara detail peristiwa tersebut dan belum mengetahui motifnya.
"Informasi awal yang didapat dari saksi, peristiwa ini berawal dari kesalahpahaman. Diduga pelaku lebih dari satu orang, tapi siapa yang menjadi pelaku utama masih kita dalami,” tambahnya.
Ia juga mengatakan penganiayaan sehingga menyebabkan seorang pelajar SMP tewas terjadi di Kampung Cicewol, Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug atau berjarak sekitar 200 meter dari rumah korban.
Sementara, paman korban Riki menambahkan korban ketika itu dalam perjalanan pulang kemudian dicegat sejumlah pelajar lain dan langsung lari untuk menyelamatkan diri, tetapi terjatuh sehingga terjadi penganiayaan itu.
Kejadiannya sekitar pukul 14.00 WIB, karena dekat rumah langsung diketahui keluarga, kemudian oleh bapak korban dibawa ke sebuah klinik, tetapi, karena peralatan tidak lengkap kemudian dirujuk ke RS Bhakti Medicare, namun nyawanya tidak tertolong.
Pewarta : Aditia Aulia Rohman
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kartika Sari Desi kunjungi SMP Negeri 1 Bayung Lencir, sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan
14 January 2026 14:08 WIB
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
AS siapkan skenario operasi darat di Iran, keputusan final di tangan Donald Trump
29 March 2026 17:08 WIB
Polda Bali ajukan Red Notice interpol untuk dua WN Brasil tersangka pembunuhan
28 March 2026 21:35 WIB
Polresta Kendari tetapkan 11 tersangka kasus pemerasan PT ST Nickel Resources
28 March 2026 21:11 WIB