Putin: Rusia gunakan semua cara jika kedaulatannya terancam
Jumat, 7 Juni 2024 11:22 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin. ANTARA/Anadolu/pri. (ANTARA/Anadolu)
Saint Petersburg, Rusia (ANTARA) - Presiden Rusia Vladimir Putin, Rabu (5/6), memperingatkan negara-negara Barat bahwa Rusia dapat menggunakan segala cara untuk mempertahankan diri jika kedaulatannya terancam.
"Kami memiliki doktrin nuklir. Jika tindakan seseorang mengancam kedaulatan dan integritas wilayah kami, kami yakin kami dapat menggunakan segala cara yang kami miliki. Hal ini tidak boleh dianggap remeh," katanya.
Putin menjawab pertanyaan dari para pimpinan kantor berita global terkemuka di Lakhta Center sebagai bagian dari Forum Ekonomi Internasional Saint Petersburg (SPIEF).
Dia mengatakan tentara Ukraina kehilangan sekitar 50 ribu personel dinas setiap bulan dalam perang yang dimulai pada Februari 2022, dan Kiev mengerahkan sekitar 30 ribu orang per bulan untuk menutupi kerugian tersebut.
Menurut penilaiannya, dalam dua bulan terakhir Ukraina telah memobilisasi 50 ribu sampai 55 ribu orang, "tetapi hal ini tidak menyelesaikan masalah karena semua mobilisasi ini hanya mengkompensasi kerugian."
Pemimpin Rusia tersebut mengatakan bahwa AS menekan Ukraina untuk menurunkan usia mobilisasi menjadi 18 tahun.
"Saya pikir pemerintah AS akan memaksa kepemimpinan Ukraina saat ini untuk membuat keputusan ini -- untuk menurunkan usia mobilisasi menjadi 18 tahun, dan kemudian mereka hanya akan menyingkirkan (Presiden Ukraina Volodymyr) Zelenskyy," tambahnya.
"Sekarang kita sampai pada Juni 2024. Bagi saya, sepertinya butuh waktu satu tahun untuk melakukan semua ini. Hingga awal tahun depan, setidaknya mereka akan menoleransi dia, dan ketika dia melakukan segalanya, mereka akan mengucapkan selamat tinggal dan mengubahnya. Sepengetahuan saya, ada beberapa kandidat," katanya.
Masa jabatan lima tahun Zelenskyy berakhir pada 20 Mei, tetapi dia akan tetap menjabat sampai pemilu baru diadakan, yang tidak mungkin dilakukan selamat darurat militer.
Putin mengatakan bahwa negara-negara Barat terus-menerus menuduh Rusia menggunakan ancaman nuklir, yang menurutnya tidak benar, dan menekankan bahwa AS adalah negara yang menggunakan bom nuklir di Jepang selama Perang Dunia ke-2.
Dia juga menepis klaim bahwa Rusia berencana menyerang wilayah NATO dan menyebutnya sebagai "omong kosong," dengan mengatakan: "Apakah Anda semua sudah gila? Siapa yang menciptakan ini? Ini benar-benar omong kosong, apakah Anda mengerti?"
Dia menyatakan tidak masalah dengan pertumbuhan populasi Muslim di Rusia, dan berkata: "Kami tidak menentang peningkatan populasi Muslim. Sebaliknya, kami puas dengan situasi saat ini di Federasi Rusia."
"Di beberapa republik kami, yang penduduknya mayoritas beragama Islam, angka kelahirannya sangat baik, dan kami sangat bahagia," ujarnya.
Mengenai Taliban, Putin menekankan perlunya bertindak berdasarkan kenyataan, dengan mengatakan bahwa mereka perlu mengembangkan hubungan dengan pemerintah sementara yang mengendalikan Afganistan.
Sumber: Anadolu
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Putin: Rusia gunakan semua cara yang ada jika kedaulatannya terancam
"Kami memiliki doktrin nuklir. Jika tindakan seseorang mengancam kedaulatan dan integritas wilayah kami, kami yakin kami dapat menggunakan segala cara yang kami miliki. Hal ini tidak boleh dianggap remeh," katanya.
Putin menjawab pertanyaan dari para pimpinan kantor berita global terkemuka di Lakhta Center sebagai bagian dari Forum Ekonomi Internasional Saint Petersburg (SPIEF).
Dia mengatakan tentara Ukraina kehilangan sekitar 50 ribu personel dinas setiap bulan dalam perang yang dimulai pada Februari 2022, dan Kiev mengerahkan sekitar 30 ribu orang per bulan untuk menutupi kerugian tersebut.
Menurut penilaiannya, dalam dua bulan terakhir Ukraina telah memobilisasi 50 ribu sampai 55 ribu orang, "tetapi hal ini tidak menyelesaikan masalah karena semua mobilisasi ini hanya mengkompensasi kerugian."
Pemimpin Rusia tersebut mengatakan bahwa AS menekan Ukraina untuk menurunkan usia mobilisasi menjadi 18 tahun.
"Saya pikir pemerintah AS akan memaksa kepemimpinan Ukraina saat ini untuk membuat keputusan ini -- untuk menurunkan usia mobilisasi menjadi 18 tahun, dan kemudian mereka hanya akan menyingkirkan (Presiden Ukraina Volodymyr) Zelenskyy," tambahnya.
"Sekarang kita sampai pada Juni 2024. Bagi saya, sepertinya butuh waktu satu tahun untuk melakukan semua ini. Hingga awal tahun depan, setidaknya mereka akan menoleransi dia, dan ketika dia melakukan segalanya, mereka akan mengucapkan selamat tinggal dan mengubahnya. Sepengetahuan saya, ada beberapa kandidat," katanya.
Masa jabatan lima tahun Zelenskyy berakhir pada 20 Mei, tetapi dia akan tetap menjabat sampai pemilu baru diadakan, yang tidak mungkin dilakukan selamat darurat militer.
Putin mengatakan bahwa negara-negara Barat terus-menerus menuduh Rusia menggunakan ancaman nuklir, yang menurutnya tidak benar, dan menekankan bahwa AS adalah negara yang menggunakan bom nuklir di Jepang selama Perang Dunia ke-2.
Dia juga menepis klaim bahwa Rusia berencana menyerang wilayah NATO dan menyebutnya sebagai "omong kosong," dengan mengatakan: "Apakah Anda semua sudah gila? Siapa yang menciptakan ini? Ini benar-benar omong kosong, apakah Anda mengerti?"
Dia menyatakan tidak masalah dengan pertumbuhan populasi Muslim di Rusia, dan berkata: "Kami tidak menentang peningkatan populasi Muslim. Sebaliknya, kami puas dengan situasi saat ini di Federasi Rusia."
"Di beberapa republik kami, yang penduduknya mayoritas beragama Islam, angka kelahirannya sangat baik, dan kami sangat bahagia," ujarnya.
Mengenai Taliban, Putin menekankan perlunya bertindak berdasarkan kenyataan, dengan mengatakan bahwa mereka perlu mengembangkan hubungan dengan pemerintah sementara yang mengendalikan Afganistan.
Sumber: Anadolu
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Putin: Rusia gunakan semua cara yang ada jika kedaulatannya terancam
Pewarta : Cindy Frishanti Octavia
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
AS sebut Ukraina tidak menargetkan Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai target serangan
01 January 2026 19:12 WIB
Trump sebut perang Rusia di Ukraina bisa berakhir asal Eropa tekan finansial China
19 September 2025 11:19 WIB
Prancis menang 2-0 atas Ukraina di laga pembuka Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa
06 September 2025 9:27 WIB
Harga emas perhiasan di Palembang kembali terbang, kini Rp10.400.000 per suku
03 June 2025 12:02 WIB