Sorang gadis dianiaya perampok, Pemkab Garut gratiskan biaya pengobatan di RS
Minggu, 12 Mei 2024 21:00 WIB
Penjabat Bupati Garut Barnas Adjidin. (ANTARA/HO-Diskominfo Garut)
Garut (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat, memberikan jaminan gratis pelayanan kesehatan bagi seorang anak yang dirawat di rumah sakit karena menjadi korban penganiayaan akibat aksi perampokan yang terjadi di rumahnya di Kecamatan Cikajang.
"Kami pemerintah menjamin bahwa segala sesuatu khususnya pengobatan itu kita gratiskan," kata Penjabat Bupati Garut Barnas Adjidin usai menjenguk anak yang menjadi korban penganiayaan oleh perampok di RSUD dr Slamet Garut, Minggu.
Barnas menyempatkan waktu menjenguk seorang gadis berusia 15 tahun yang menjalani perawatan medis karena mengalami luka akibat dianiaya oleh pelaku perampokan di rumahnya Kampung Leuwileutak, Desa Cipangramatan, Kecamatan Cikajang, Garut, Kamis (9/5) malam.
Korban merupakan anak yang selamat dari aksi perampokan tersebut, sedangkan ibunya tewas dianiaya, kemudian pelaku melarikan diri dengan membawa sepeda motor korban.
"Kemudian anaknya sekarang ada dalam perawatan rumah sakit Dokter Slamet, kita mengharapkan beliau segera pulih fisik maupun psikisnya," kata Barnas.
Ia menyampaikan pemerintah daerah siap memberikan perhatian khusus bagi anak korban perampokan itu, tidak hanya saat perawatan medis di rumah sakit, tetapi melakukan upaya pemulihan kondisi kejiwaannya.
Peristiwa itu, lanjut dia, tentu berdampak besar bagi kondisi psikisnya, untuk itu pemerintah daerah akan terus memantau setiap perkembangan anak tersebut, sehingga dipastikan kondisinya bisa kembali normal dan bisa sekolah lagi.
"Kami akan memantau terus perkembangan keluarganya, sehingga betul-betul anak yang terkena trauma itu normal kembali, bisa sekolah," katanya.
Ia menyampaikan turut berduka dengan kejadian pencurian dan penganiayaan hingga menyebabkan korban meninggal dunia dan seorang gadis harus menjalani perawatan medis.
Peristiwa itu, kata dia, menjadi pembelajaran terkait pentingnya pendidikan akhlak, dan berharap ke depan tidak ada lagi kejadian serupa terulang di Garut.
"Inilah tugas kita semua mulai dari sekolah ini pendidikan diberikan akhlak-akhlak yang baik, kemudian di masyarakat mengharapkan hari ini tidak terjadi lagi di Kabupaten Garut," katanya.
Sebelumnya, aksi perampokan yang diduga dilakukan oleh satu orang itu menyebabkan satu tewas dan seorang gadis remaja luka-luka akibat dianiaya pelaku.
Polisi sudah melakukan olah tempat kejadian perkara, dan mengidentifikasi pelakunya yang hingga saat ini pelaku masih dalam pengejaran polisi.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemkab Garut gratiskan pengobatan anak korban penganiayaan perampok
"Kami pemerintah menjamin bahwa segala sesuatu khususnya pengobatan itu kita gratiskan," kata Penjabat Bupati Garut Barnas Adjidin usai menjenguk anak yang menjadi korban penganiayaan oleh perampok di RSUD dr Slamet Garut, Minggu.
Barnas menyempatkan waktu menjenguk seorang gadis berusia 15 tahun yang menjalani perawatan medis karena mengalami luka akibat dianiaya oleh pelaku perampokan di rumahnya Kampung Leuwileutak, Desa Cipangramatan, Kecamatan Cikajang, Garut, Kamis (9/5) malam.
Korban merupakan anak yang selamat dari aksi perampokan tersebut, sedangkan ibunya tewas dianiaya, kemudian pelaku melarikan diri dengan membawa sepeda motor korban.
"Kemudian anaknya sekarang ada dalam perawatan rumah sakit Dokter Slamet, kita mengharapkan beliau segera pulih fisik maupun psikisnya," kata Barnas.
Ia menyampaikan pemerintah daerah siap memberikan perhatian khusus bagi anak korban perampokan itu, tidak hanya saat perawatan medis di rumah sakit, tetapi melakukan upaya pemulihan kondisi kejiwaannya.
Peristiwa itu, lanjut dia, tentu berdampak besar bagi kondisi psikisnya, untuk itu pemerintah daerah akan terus memantau setiap perkembangan anak tersebut, sehingga dipastikan kondisinya bisa kembali normal dan bisa sekolah lagi.
"Kami akan memantau terus perkembangan keluarganya, sehingga betul-betul anak yang terkena trauma itu normal kembali, bisa sekolah," katanya.
Ia menyampaikan turut berduka dengan kejadian pencurian dan penganiayaan hingga menyebabkan korban meninggal dunia dan seorang gadis harus menjalani perawatan medis.
Peristiwa itu, kata dia, menjadi pembelajaran terkait pentingnya pendidikan akhlak, dan berharap ke depan tidak ada lagi kejadian serupa terulang di Garut.
"Inilah tugas kita semua mulai dari sekolah ini pendidikan diberikan akhlak-akhlak yang baik, kemudian di masyarakat mengharapkan hari ini tidak terjadi lagi di Kabupaten Garut," katanya.
Sebelumnya, aksi perampokan yang diduga dilakukan oleh satu orang itu menyebabkan satu tewas dan seorang gadis remaja luka-luka akibat dianiaya pelaku.
Polisi sudah melakukan olah tempat kejadian perkara, dan mengidentifikasi pelakunya yang hingga saat ini pelaku masih dalam pengejaran polisi.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemkab Garut gratiskan pengobatan anak korban penganiayaan perampok
Pewarta : Feri Purnama
Editor : Syarif Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pangdam II/Sriwijaya: Jembatan Gantung Garuda jadi penggerak ekonomi warga Desa Pusar
28 April 2026 5:36 WIB
Pemkab OKU Selatan perbaiki jalan longsor di Desa Rantau Nipis, pulihkan aktivitas warga
21 April 2026 22:51 WIB
Pemkab OKU Timur salurkan bantuan nutrisi untuk pasien TBC di empat Puskesmas
21 April 2026 13:50 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Razia syariat Islam di Aceh Barat, 33 warga terjaring langgar aturan busana muslim
30 April 2026 7:33 WIB
Prakirakan cuaca Kota Jakarta Rabu 29 April 2026: Potensi diguyur hujan ringan sore hari
29 April 2026 5:33 WIB
Cerita haru jamaah haji termuda asal Bali, baru tahu didaftarkan saat masih SD
26 April 2026 8:42 WIB
Prakiraan cuaca Sumatera Utara Jumat 24 April 2026: Didominasi berawan hingga hujan sedang
24 April 2026 10:45 WIB