OKU Timur luncurkan Pupuk Organik Cair (POC) BioEnos
Jumat, 8 Desember 2023 20:17 WIB
Bupati OKU Timur Lanosin Hamzah membagikan pupuk organik cair BioEnos secara gratis, Jumat (8/12/2023). (ANTARA/Edo Purmana/23)
OKU Timur, Sumsel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatra Selatan, meluncurkan penggunaan Pupuk Organik Cair (POC) yang diberi nama BioEnos untuk tanaman.
Bupati OKU Timur Lanosin Hamzah di Martapura, Jumat, mengatakan POC BioEnos merupakan inovasi yang dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pertanian setempat dengan memberdayakan masyarakat di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Martapura.
Pembuatan pupuk BioEnos tersebut berasal dari limbah atau sampah rumah tangga di TPA yang dibuat dengan cara memisahkan sampah organik dan non organik.
Setelah terpisah, kata dia, sampah rumah tangga tersebut diurai dengan menambah berbagai bahan bakteri lainnya kemudian diolah dengan alat komposer dan biopori untuk dijadikan pupuk organik cair.
"Saat ini sudah ada 20 ribu liter pupuk organik cair yang telah diproduksi untuk didistribusikan kepada masyarakat secara gratis dalam peluncuran tersebut," katanya.
Dia menjelaskan, produksi POC BioEnos ini dilakukan sebagai salah satu upaya pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pertanian OKU Timur untuk mengantisipasi kelangkaan pupuk yang biasanya terjadi saat musim tanam.
"Pupuk ini dibagikan secara gratis agar para petani di OKU Timur mendapat kemudahan mendapatkan pupuk untuk tanaman," kata Bupati.
Bupati pun mengajak para petani untuk memperbanyak wawasan terkait pertanian karena dengan banyak membaca atau literasi akan semakin bertambah pengetahuan sehingga mampu mempersiapkan diri terhadap risiko-risiko di lahan pertanian.
Sementara Kepala Dinas Pertanian OKU Timur Junadi menambahkan bahwa dalam peluncuran tersebut juga dilakukan pemberian alat pertanian untuk membantu petani bercocok tanam.
"Bantuan yang diberikan meliputi enam unit motor penyuluh pertanian, buku pertanian dan santunan pensiunan pegawai Dinas Pertanian OKU Timur," ujarnya.
Bupati OKU Timur Lanosin Hamzah di Martapura, Jumat, mengatakan POC BioEnos merupakan inovasi yang dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pertanian setempat dengan memberdayakan masyarakat di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Martapura.
Pembuatan pupuk BioEnos tersebut berasal dari limbah atau sampah rumah tangga di TPA yang dibuat dengan cara memisahkan sampah organik dan non organik.
Setelah terpisah, kata dia, sampah rumah tangga tersebut diurai dengan menambah berbagai bahan bakteri lainnya kemudian diolah dengan alat komposer dan biopori untuk dijadikan pupuk organik cair.
"Saat ini sudah ada 20 ribu liter pupuk organik cair yang telah diproduksi untuk didistribusikan kepada masyarakat secara gratis dalam peluncuran tersebut," katanya.
Dia menjelaskan, produksi POC BioEnos ini dilakukan sebagai salah satu upaya pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pertanian OKU Timur untuk mengantisipasi kelangkaan pupuk yang biasanya terjadi saat musim tanam.
"Pupuk ini dibagikan secara gratis agar para petani di OKU Timur mendapat kemudahan mendapatkan pupuk untuk tanaman," kata Bupati.
Bupati pun mengajak para petani untuk memperbanyak wawasan terkait pertanian karena dengan banyak membaca atau literasi akan semakin bertambah pengetahuan sehingga mampu mempersiapkan diri terhadap risiko-risiko di lahan pertanian.
Sementara Kepala Dinas Pertanian OKU Timur Junadi menambahkan bahwa dalam peluncuran tersebut juga dilakukan pemberian alat pertanian untuk membantu petani bercocok tanam.
"Bantuan yang diberikan meliputi enam unit motor penyuluh pertanian, buku pertanian dan santunan pensiunan pegawai Dinas Pertanian OKU Timur," ujarnya.
Pewarta : Edo Purmana
Editor : Syarif Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pertamina EP Ramba Field dorong ketahanan pangan melalui Pelatihan Pertanian Organik di Desa Keluang
27 October 2025 22:35 WIB
Kabupaten Banyuasin gunakan teknologi biowash ubah sampah jadi pupuk organik
14 October 2025 19:42 WIB
Pertamina EP Prabumulih bantu petani Karang Jaya alat kelola sampah organik
01 October 2025 9:46 WIB
Pertamina EP latih masyarakat kelola sampah organik dan keuangan berbasis komunitas
31 July 2025 17:09 WIB
Program Sinergi Semambu dongkrak produktifitas pertanian dengan metode organik
26 October 2024 5:52 WIB, 2024
Terpopuler - Warta Bumi
Lihat Juga
Pemprov Sumsel-Icraf luncurkan aplikasi SiAlam permudah akses perhutanan sosial
10 December 2025 18:10 WIB