Herbal bisa jadi pilihan saat cuaca panas
Selasa, 17 Oktober 2023 12:41 WIB
Ilustrasi seorang wanita minum air putih (ANTARA/Pexels/Adrienn)
Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia dr Inggrid Tania, M.Si (Herbal), Dr. (Cand.) mengatakan herbal mempunyai efek menyejukkan dan merehidrasi sehingga bisa menjadi pilihan asupan saat cuaca panas.
"Herbal-herbal itu ada yang bersifat menyejukkan atau cooling effect. Ada juga yang sifatnya merehidrasi cairan tubuh. Misalnya cairan tubuh hilang karena kepanasan dan keringetan, nah itu bisa juga dibantu dengan herbal," jelas dia saat dihubungi ANTARA, Selasa.
Saat seseorang berada di tempat dengan suhu panas, maka temperatur suhu tubuhnya akan ikut naik. Meminum herbal termasuk ditambah es akan membantu mendinginkan suhu tubuhnya.
Namun, Tania menyarankan orang-orang untuk memastikan es yang digunakan bersih dan berasal dari air matang.
Adapun herbal yang bisa menjadi pilihan antara lain basil atau kemangi, chamomile, alang-alang dan lainnya. Herbal-herbal ini bisa merehidrasi tubuh karena kaya cairan serta kandungan mineral termasuk di dalamnya elektrolit atau ion-ion tubuh.
"Sebetulnya buah-buahan itu juga herbal karena berasal dari tanaman atau tumbuhan. Jadi buah-buahan yang mengandung air yang banyak itu herbal yang bersifat merehidrasi dan menyejukkan," kata Tania.
Air kelapa juga termasuk dalam buah yang dimaksud. Minuman ini juga sebetulnya herbal yang bisa merehidrasi, menyejukkan sehingga mencegah dehidrasi serta kaya elektrolit.
Dia menambahkan, tak hanya herbal, tetapi juga air soda murni dapat membantu memberikan kesegaran dan kesejukan pada tubuh.
"Bukannya yang banyak beredar di pasaran dengan tambahan berbagai perasa, pemanis. Air soda murni bukan hanya sekadar sensasi tetapi air soda murni bisa memberikan kesegaran untuk tubuh," kata dia.
Selain herbal dan air soda murni, saat cuaca panas, Tania dan para pakar kesehatan lainnya juga merekomendasikan masyarakat minum air putih sekitar tiga liter per hari.
Namun, jumlah ini sebaiknya disesuaikan dengan kegiatan serta durasi saat berada di luar ruangan atau terkena matahari langsung. Seseorang bisa saja memiliki kebutuhan air minum yang meningkat sampai empat bahkan lima liter per hari.
"Tetapi umumnya ketika cuaca sedang panas, itu memang biasanya para ahli di berbagai negara menyarankan tiga liter air per hari," demikian pesan Tania.
"Herbal-herbal itu ada yang bersifat menyejukkan atau cooling effect. Ada juga yang sifatnya merehidrasi cairan tubuh. Misalnya cairan tubuh hilang karena kepanasan dan keringetan, nah itu bisa juga dibantu dengan herbal," jelas dia saat dihubungi ANTARA, Selasa.
Saat seseorang berada di tempat dengan suhu panas, maka temperatur suhu tubuhnya akan ikut naik. Meminum herbal termasuk ditambah es akan membantu mendinginkan suhu tubuhnya.
Namun, Tania menyarankan orang-orang untuk memastikan es yang digunakan bersih dan berasal dari air matang.
Adapun herbal yang bisa menjadi pilihan antara lain basil atau kemangi, chamomile, alang-alang dan lainnya. Herbal-herbal ini bisa merehidrasi tubuh karena kaya cairan serta kandungan mineral termasuk di dalamnya elektrolit atau ion-ion tubuh.
"Sebetulnya buah-buahan itu juga herbal karena berasal dari tanaman atau tumbuhan. Jadi buah-buahan yang mengandung air yang banyak itu herbal yang bersifat merehidrasi dan menyejukkan," kata Tania.
Air kelapa juga termasuk dalam buah yang dimaksud. Minuman ini juga sebetulnya herbal yang bisa merehidrasi, menyejukkan sehingga mencegah dehidrasi serta kaya elektrolit.
Dia menambahkan, tak hanya herbal, tetapi juga air soda murni dapat membantu memberikan kesegaran dan kesejukan pada tubuh.
"Bukannya yang banyak beredar di pasaran dengan tambahan berbagai perasa, pemanis. Air soda murni bukan hanya sekadar sensasi tetapi air soda murni bisa memberikan kesegaran untuk tubuh," kata dia.
Selain herbal dan air soda murni, saat cuaca panas, Tania dan para pakar kesehatan lainnya juga merekomendasikan masyarakat minum air putih sekitar tiga liter per hari.
Namun, jumlah ini sebaiknya disesuaikan dengan kegiatan serta durasi saat berada di luar ruangan atau terkena matahari langsung. Seseorang bisa saja memiliki kebutuhan air minum yang meningkat sampai empat bahkan lima liter per hari.
"Tetapi umumnya ketika cuaca sedang panas, itu memang biasanya para ahli di berbagai negara menyarankan tiga liter air per hari," demikian pesan Tania.
Pewarta : Lia Wanadriani Santosa
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wagub Sumsel targetkan Jembatan Musi V beroperasi saat arus mudik Lebaran 2026
07 February 2026 17:37 WIB
Presiden hubungi Menteri KKP yang sempat pingsan saat jadi inspektur upacara
25 January 2026 16:58 WIB
Terpopuler - Gaya Hidup
Lihat Juga
Polisi tunggu hasil pemeriksaan dokter soal kematian influencer Lula Lahfah
26 January 2026 16:09 WIB