Kemenperin: Industri pulp surplus sebesar 4,7 miliar dolar AS
Direktur Industri Hasil Hutan dan Perkebunan Dirjen Agro Kementerian Perindustrian Merriyanti Punguan memberi sambutan ketika membuka pameran AllPack Indonesia dan AllPrint Indonesia 2023 di JIExpo Kemayoran, Jakarta (11/10/2023). ANTARA/Putu Indah Savitri
“Serta memberikan kontribusi 4,17 persen terhadap ekspor non-migas atau setara menyumbang 3,99 persen industri pengolahan non-migas,” ujar Merri, sapaan akrab Merriyanti, di Jakarta, Rabu.
Pernyataan tersebut ia sampaikan ketika membuka pameran AllPack Indonesia dan AllPrint Indonesia 2023 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Pada tahun 2022, kata Merri, total ekspor industri pulp dan kertas mencapai 8,6 miliar dolar AS dengan volume 11,2 juta ton. Di sisi lain, lanjut Merri, industri pulp dan kertas memiliki nilai impor sebesar 3,9 miliar dolar AS dengan volume 5,5 juta ton.
Bagi Merri, selisih sebesar 4,7 miliar dolar AS tersebut menunjukkan industri pulp dan kertas nasional berperan penting bagi perekonomian Indonesia.
Lebih lanjut, Merri juga menyinggung terkait kemampuan industri kertas nasional dalam memproduksi hampir semua jenis kertas, termasuk kertas uang dan kertas berharga yang memiliki spesifikasi khusus guna memenuhi aspek keamanan atau security.
“Indonesia juga sudah mencetak paspor dari negara-negara lain di dunia. Jadi, ini suatu kelebihan dari hasil industri kertas dan percetakan kita,” kata Merri.
Oleh karena itu, dalam rangka menjaga kelangsungan proses produksi dan pengembangan industri, serta meningkatkan daya saing industri, Merri menegaskan komitmen pemerintah dalam memberikan jaminan kemudahan dalam mendapatkan bahan baku dan bahan penolong industri.
“Ini seperti yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 2014 tentang Perindustrian,” kata Merri.
Diketahui, Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika membidik Sumatera Selatan dan Banten untuk menjadi wilayah pengembangan kemasan ramah lingkungan, seperti kemasan yang berbahan dasar pulp hingga singkong.
“Wilayah yang ditargetkan, sekarang itu ada di Sumatera Selatan dan juga di Banten,” kata Putu di Jakarta, Jumat (6/10).
Putu menjelaskan bahwa bahan dasar pulp yang digunakan untuk kemasan berbasis paperboard tidaklah berasal dari penebangan hutan atau deforestasi. Pulp tersebut, kata dia, berasal dari penanaman khusus.
Keunggulan bagi Indonesia sebagai negara tropis, lanjut Putu, yakni penanaman yang hanya membutuhkan waktu 3-5 tahun untuk menghasilkan kayu yang siap menjadi pulp. Sedangkan, untuk negara-negara lain yang berada di wilayah subtropis, membutuhkan waktu hingga 12 tahun.
Pewarta : Putu Indah Savitri
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PT OKI Pulp & Paper bangun jalan beton di OKI, dorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa
14 February 2026 17:53 WIB
PT OKI Pulp & Paper Mills dan mitra gandeng Tzu Chi Sinar Mas gelar bakti sosial kesehatan
29 April 2025 21:34 WIB
APKI: Kebijakan tarif impor AS jadi tantangan bagi industri pulp dan kertas Indonesia
06 April 2025 13:48 WIB
Berkontribusi ekspor capai 8,28 miliar dolar AS, industri pulp & kertas siap dukung pertumbuhan ekonomi nasional
13 January 2025 18:12 WIB, 2025
APP Groupsambut 65 mahasiswa Program Kampus Merdeka 2024 untuk membangun talenta muda di industri pulp dan paper
06 September 2024 19:16 WIB, 2024
Kemenkumham Sumsel gelar operasi pengawasan TKA, pastikan kepatuhan terharap regulasi
04 September 2024 15:05 WIB, 2024
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Toyota klaim dominasi pasar otomotif Indonesia 2025 dengan pangsa pasar 31,2 persen
07 March 2026 7:52 WIB
Jelang Idul Fitri 2026, Pertamina Patra Niaga Sumbagsel perketat pantauan distribusi BBM dan LPG
06 March 2026 18:15 WIB
Produksi Minyak PEP Limau Field melejit 5.102 BOPD, perkuat pasokan energi nasional
06 March 2026 11:33 WIB
Update harga emas Antam Jumat 6 Maret 2026: turun Rp25.000 jadi Rp3,02 juta per gram
06 March 2026 11:17 WIB
Mudik 2026: Pertamina siapkan SPBU 24 jam hingga layanan pangkas rambut di Rest Area
06 March 2026 11:10 WIB
IHSG melemah Jumat ini, efek konflik Iran-AS dan lonjakan harga minyak dunia
06 March 2026 11:06 WIB