Pemberian vitamin hewan ikhtiar untuk cegah ternak terjangkit cacar kulit
Senin, 10 April 2023 20:15 WIB
Petugas Diskannak OKU menyuntikan vitamin kepada hewan ternak yang terjangkit penyakit cacar, Senin. (ANTARA/Edo Purmana)
Baturaja (ANTARA) - Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskannak) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, memberikan suntikan vitamin terhadap hewan ternak sapi dan kerbau milik masyarakat di daerah itu yang terjangkit penyakit cacar kulit.
Subkordinator Kesehatan Hewan Diskannak Kabupaten OKU, Hendri Aprizal di Baturaja, Senin mengatakan, pemberian vitamin tersebut agar hewan ternak sembuh dari penyakit cacar kulit atau virus Lumpy Skin Disease (LSD) yang sedang merebak di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di kabupaten setempat.
Dia mengatakan, saat ini pihaknya menerima laporan lebih dari 100 ekor sapi dan kerbau milik peternak di wilayah itu yang terjangkit cacar kulit.
Hendri menjelaskan, wabah LSD merupakan virus bermateri genetik DNA dari genus Capripoxvirus dan famili Poxviridae yang umumnya menyerang hewan sapi dan kerbau.
Pada tahun 2019, virus LSD dilaporkan di China dan India lalu setahun setelahnya menyebar di Negara Nepal, Myanmar dan Vietnam.
"Pada tahun 2021, LSD telah dilaporkan di Thailand, Kamboja dan Malaysia. Tahun ini baru ditemukan di Indonesia," jelasnya.
Dia menjelaskan, penularan LSD secara langsung melalui kontak dengan lesi kulit, namun virus ini juga dapat menular melalui darah, leleran hidung dan mata, air liur, semen dan susu pada ternak.
Penularan juga dapat terjadi secara intrauterine atau melalui peralatan dan perlengkapan yang terkontaminasi virus LSD seperti pakaian kandang, peralatan kandang, dan jarum suntik.
Sebagai upaya penanggulangan, kata dia, pihaknya membentuk tim untuk turun ke desa-desa di Kabupaten OKU guna memberikan suntikan vitamin terhadap hewan ternak yang terinfeksi virus tersebut.
"Upaya jemput bola dilakukan setelah adanya laporan hewan terjangkit cacar kulit dari masyarakat untuk diberikan suntikan vitamin dan pengobatan luar dengan menyemprotkan cairan sitrun," jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, para peternak pun diimbau untuk rutin membersihkan kandang untuk mencegah penyebaran virus LSD agar tidak menyebar luas.
"Sosialisasi tentang pentingnya membersihkan kandang hewan kami gencarkan guna meminimalisir penyebaran penyakit tersebut," ujarnya.
Subkordinator Kesehatan Hewan Diskannak Kabupaten OKU, Hendri Aprizal di Baturaja, Senin mengatakan, pemberian vitamin tersebut agar hewan ternak sembuh dari penyakit cacar kulit atau virus Lumpy Skin Disease (LSD) yang sedang merebak di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di kabupaten setempat.
Dia mengatakan, saat ini pihaknya menerima laporan lebih dari 100 ekor sapi dan kerbau milik peternak di wilayah itu yang terjangkit cacar kulit.
Hendri menjelaskan, wabah LSD merupakan virus bermateri genetik DNA dari genus Capripoxvirus dan famili Poxviridae yang umumnya menyerang hewan sapi dan kerbau.
Pada tahun 2019, virus LSD dilaporkan di China dan India lalu setahun setelahnya menyebar di Negara Nepal, Myanmar dan Vietnam.
"Pada tahun 2021, LSD telah dilaporkan di Thailand, Kamboja dan Malaysia. Tahun ini baru ditemukan di Indonesia," jelasnya.
Dia menjelaskan, penularan LSD secara langsung melalui kontak dengan lesi kulit, namun virus ini juga dapat menular melalui darah, leleran hidung dan mata, air liur, semen dan susu pada ternak.
Penularan juga dapat terjadi secara intrauterine atau melalui peralatan dan perlengkapan yang terkontaminasi virus LSD seperti pakaian kandang, peralatan kandang, dan jarum suntik.
Sebagai upaya penanggulangan, kata dia, pihaknya membentuk tim untuk turun ke desa-desa di Kabupaten OKU guna memberikan suntikan vitamin terhadap hewan ternak yang terinfeksi virus tersebut.
"Upaya jemput bola dilakukan setelah adanya laporan hewan terjangkit cacar kulit dari masyarakat untuk diberikan suntikan vitamin dan pengobatan luar dengan menyemprotkan cairan sitrun," jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, para peternak pun diimbau untuk rutin membersihkan kandang untuk mencegah penyebaran virus LSD agar tidak menyebar luas.
"Sosialisasi tentang pentingnya membersihkan kandang hewan kami gencarkan guna meminimalisir penyebaran penyakit tersebut," ujarnya.
Pewarta : Edo Purmana
Editor : Syarif Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dokter spesialis sebut tabir surya bermanfaat proteksi kulit dari cahaya biru gawai
27 July 2025 7:32 WIB
Terpopuler - Warta Bumi
Lihat Juga
Pemprov Sumsel-Icraf luncurkan aplikasi SiAlam permudah akses perhutanan sosial
10 December 2025 18:10 WIB