Warga Natuna temukan serpihan mirip badan pesawat
Sabtu, 24 Desember 2022 19:23 WIB
Tampak anggota kepolisian memeriksa sebuah puing mirip badan pesawat yang ditemukan warga pesisir Pantantai Air Danau, Sejuba, Desa Sepempang, Natuna, Kepri, Sabtu (24/12). (ANTARA/Cherman)
Natuna (ANTARA) - Warga menemukan barang mirip puing pesawat yang hanyut menghantam salah satu rumah warga di pesisir pantai Air Danau, Sejuba, RT 01 RW 2 Desa Sepempang, Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.
"Tadi malam jam 22:00 barang ini hanyut, nyangkut di tiang belakang rumah, saya lihat ini barang ringan saya biarkan," kata pemilik rumah sekaligus penemu pertama puing tersebut, Bujang Rozali (40), warga Sejuba, Sabtu.
Ia juga mengatakan saat awal menemukan serpihan tersebut, belum ada niat untuk mengevakuasi karena dianggap tidak membahayakan rumah.
"Jam sepuluh tadi malam saya sudah tahu ada barang itu, dia menghantam tiang rumah, lama-lama ternyata mengakibatkan bagian belakang rumah rusak, akhirnya tadi pagi saya minta bantu Julias (tetangga) bantu angkat," kata Bujang Rozali.
Sementara itu, Julias sejak awal meyakini serpihan tersebut mirip puing pesawat, dan sempat menyebarkan foto temuannya tersebut ke media sosial.
"Jam 06.00 tadi pagi kami angkat ke darat, sejak awal saya sudah yakin, karena itu saya pasang status puing pesawat, lalu saya di telpon sama bang Ade anggota dewan, terus banyak polisi datang ke sini," kata Julias.
Selain puing besar dengan ukuran kurang lebih 2 kali 2 meter, juga ditemukan barang dengan tulisan Push Bates Cargo - Pak warna hitam. Bagian luar serpihan berwarna putih dan bagian dalam seperti serat fiber berwarna kuning.
Sementara isi dalam serpihan terlihat rongga seperti sarang lebah dengan bahan aluminium koil dan dibeberapa sisi puing juga tampak telah ditumbuhi kerang jenis tiram putih.
Serpihan tersebut sebelum dibawa ke Lanud Raden Sadjad dijaga oleh pihak kepolisian bersama beberapa anggota TNI AU.
"Tadi malam jam 22:00 barang ini hanyut, nyangkut di tiang belakang rumah, saya lihat ini barang ringan saya biarkan," kata pemilik rumah sekaligus penemu pertama puing tersebut, Bujang Rozali (40), warga Sejuba, Sabtu.
Ia juga mengatakan saat awal menemukan serpihan tersebut, belum ada niat untuk mengevakuasi karena dianggap tidak membahayakan rumah.
"Jam sepuluh tadi malam saya sudah tahu ada barang itu, dia menghantam tiang rumah, lama-lama ternyata mengakibatkan bagian belakang rumah rusak, akhirnya tadi pagi saya minta bantu Julias (tetangga) bantu angkat," kata Bujang Rozali.
Sementara itu, Julias sejak awal meyakini serpihan tersebut mirip puing pesawat, dan sempat menyebarkan foto temuannya tersebut ke media sosial.
"Jam 06.00 tadi pagi kami angkat ke darat, sejak awal saya sudah yakin, karena itu saya pasang status puing pesawat, lalu saya di telpon sama bang Ade anggota dewan, terus banyak polisi datang ke sini," kata Julias.
Selain puing besar dengan ukuran kurang lebih 2 kali 2 meter, juga ditemukan barang dengan tulisan Push Bates Cargo - Pak warna hitam. Bagian luar serpihan berwarna putih dan bagian dalam seperti serat fiber berwarna kuning.
Sementara isi dalam serpihan terlihat rongga seperti sarang lebah dengan bahan aluminium koil dan dibeberapa sisi puing juga tampak telah ditumbuhi kerang jenis tiram putih.
Serpihan tersebut sebelum dibawa ke Lanud Raden Sadjad dijaga oleh pihak kepolisian bersama beberapa anggota TNI AU.
Pewarta : Cherman
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kepri jadi provinsi di Sumatera dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi, tembus 7,14 persen
08 August 2025 10:30 WIB
TNI AL timbang ulang narkoba diselundupkan kapal ikan Thailand ke Kepri, ternyata 2 ton
19 May 2025 12:06 WIB
Propam periksa Kapolsek Palmatak, terkait dugaan beking pencurian di anjungan minyak perusahaan Malaysia
27 April 2025 18:23 WIB, 2025
Polisi Kepri diduga bekingi pencurian material anjungan minyak perusahaan Malaysia, jadi perbincangan di Medsos
26 April 2025 15:20 WIB, 2025
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Kejati Sumsel pulihkan keuangan negara senilai Rp1,2 triliun dari kasus perbankan
07 May 2026 23:03 WIB