Bulog salurkan 37.095 ton beras operasi pasar di Sumsel-Babel
Rabu, 7 Desember 2022 20:22 WIB
Arsip foto - Stok beras di Gudang Bulog. (Antara/Muhamad Hanapi)
Palembang (ANTARA) - Perum Bulog Divre Sumsel-Babel sepanjang Tahun 2022 telah menyalurkan sebanyak 37.095 ton beras dalam operasi pasar di wilayah kerjanya Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Sumsel-Babel) guna mengantisipasi terjadinya kenaikan harga di pasaran di kedua provinsi itu.
Plt. Pimpinan Wilayah Perum Bulog Divre Sumsel Babel Elsinur Hayati di Palembang, Rabu, mengatakan pada operasi pasar atau program ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga (KPSH) ini untuk menjaga stabilitas harga pangan dan kenaikan harga, terutama menjelang Natal 25 Desember 2022 dan Tahun Baru 2023.
Ia menjelaskan sesuai penugasan dari Kementerian Perdagangan berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 127 Tahun 2018 program KPSH ini untuk menjaga stabilitas harga pangan khususnya beras segera melakukan operasi pasar (OP) beras medium.
"Operasi Pasar ini telah kami lakukan sejak Januari sampai dengan Desember 2022, sedangkan bantuan sosial (beras raskin) tidak lagi dilakukan. Bantuan sosial ini hanya dilakukan pada 2018 hingga 2020 saat terjadi peningkatan pandemi COVID-19," katanya.
Bulog menargetkan penyaluran beras subsidi medium ini untuk Sumsel Babel pada Tahun 2022 sebanyak 49 ribu ton.
Harga beras medium subsidi (PSO) yang ditetapkan pemerintah sebenarnya senilai Rp10.189 per kilogram, namun jika terjadi kenaikan harga di pasaran maka Perum Bulog akan melakukan operasi pasar misalnya ke kecamatan dengan harga Rp8.500/Kg.
"Kecuali masyarakat membeli di depan gudang Bulog maka harga beras medium ini senilai Rp8.3000/Kg," katanya.
Perum Bulog terus melakukan pemantauan harga beras medium di pasaran, dan apabila terjadi kenaikan harga pangan maka pihaknya akan melakukan operasi pasar bekerjasama dengan pemerintah kedua provinsi tersebut.
Mengenai stok beras yang ada sekarang di Gudang Bulog Sumsel Babel, katanya, cukup aman atau mencukupi untuk tiga bulan ke depan (Januari hingga Maret 2023). Untuk tiga bulan ke depan ini biasanya penyerapan dari produksi petani atau pada masa panen.
"Biasanya Bulog Sumsel Babel dalam penyerapan beras petani pada masa panen Januari hingga April mencapai 20.000 ton. Ini juga sekaligus untuk komersil pengadaan untuk Aparatur Sipil Negara (ASN)," kata Elsinur Hayati.
Plt. Pimpinan Wilayah Perum Bulog Divre Sumsel Babel Elsinur Hayati di Palembang, Rabu, mengatakan pada operasi pasar atau program ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga (KPSH) ini untuk menjaga stabilitas harga pangan dan kenaikan harga, terutama menjelang Natal 25 Desember 2022 dan Tahun Baru 2023.
Ia menjelaskan sesuai penugasan dari Kementerian Perdagangan berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 127 Tahun 2018 program KPSH ini untuk menjaga stabilitas harga pangan khususnya beras segera melakukan operasi pasar (OP) beras medium.
"Operasi Pasar ini telah kami lakukan sejak Januari sampai dengan Desember 2022, sedangkan bantuan sosial (beras raskin) tidak lagi dilakukan. Bantuan sosial ini hanya dilakukan pada 2018 hingga 2020 saat terjadi peningkatan pandemi COVID-19," katanya.
Bulog menargetkan penyaluran beras subsidi medium ini untuk Sumsel Babel pada Tahun 2022 sebanyak 49 ribu ton.
Harga beras medium subsidi (PSO) yang ditetapkan pemerintah sebenarnya senilai Rp10.189 per kilogram, namun jika terjadi kenaikan harga di pasaran maka Perum Bulog akan melakukan operasi pasar misalnya ke kecamatan dengan harga Rp8.500/Kg.
"Kecuali masyarakat membeli di depan gudang Bulog maka harga beras medium ini senilai Rp8.3000/Kg," katanya.
Perum Bulog terus melakukan pemantauan harga beras medium di pasaran, dan apabila terjadi kenaikan harga pangan maka pihaknya akan melakukan operasi pasar bekerjasama dengan pemerintah kedua provinsi tersebut.
Mengenai stok beras yang ada sekarang di Gudang Bulog Sumsel Babel, katanya, cukup aman atau mencukupi untuk tiga bulan ke depan (Januari hingga Maret 2023). Untuk tiga bulan ke depan ini biasanya penyerapan dari produksi petani atau pada masa panen.
"Biasanya Bulog Sumsel Babel dalam penyerapan beras petani pada masa panen Januari hingga April mencapai 20.000 ton. Ini juga sekaligus untuk komersil pengadaan untuk Aparatur Sipil Negara (ASN)," kata Elsinur Hayati.
Pewarta : Ahmad Rafli Baiduri
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sebanyak 2.290 ton beras bantuan pangan disalurkan di OKU Timur dan OKU Selatan
20 April 2026 17:39 WIB
Prabowo instruksikan rasio utang dijaga 40 persen dan defisit APBN maksimal 3 persen
09 April 2026 8:37 WIB
Bulog OKU salurkan bantuan pangan 966 ton beras dan 193 ribu liter minyak goreng
18 March 2026 20:31 WIB
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB