Pemkab OKU siapkan dana BLT untuk ribuan warga terdampak inflasi
Jumat, 11 November 2022 17:01 WIB
Kepala Dinas Sosial Kabupaten OKU, Syaiful Kamal didampingi Kabid Fakir Miskin, Dodi Handoko. (ANTARA/Edo Purmana/22)
Baturaja (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan menyiapkan dana Batuan Langsung Tunai (BLT) untuk ribuan warga di daerah itu yang terdampak inflasi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Kepala Dinas Sosial Kabupaten OKU, Syaiful Kamal didampingi Kabid Fakir Miskin, Dodi Handoko di Baturaja, Jumat mengatakan, tahun ini pemerintah daerah setempat telah menyiapkan dana sebesar Rp4,3 miliar yang akan disalurkan kepada masyarakat dalam bentuk bantuan langsung tunai.
Bantuan sosial ini menyasar pada 7 ribu warga di daerah itu mulai dari fakir miskin, tukang ojek hingga pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang terdampak inflasi kebijakan pemerintah pusat tersebut.
"Targetnya sebanyak 7 ribu warga Kabupaten OKU yang akan menerima dana bantuan ini," kata dia.
Ribuan warga tidak mampu calon penerima bantuan sosial itu tersebar di 13 kecamatan di Kabupaten OKU yang sudah diverifikasi oleh tim di lapangan dan dinilai layak menerima BLT karena secara ekonomi mereka terdampak inflasi.
Ribuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten OKU tersebut akan mendapat bantuan dana yang akan disalurkan selama tiga bulan pada periode Oktober-Desember 2022.
"Masing-masing KPM akan dibantu dana sebesar Rp200.000 per bulan. Jadi totalnya Rp600.000 per KPM," jelasnya.
Hanya saja, kata dia, terkait hal itu untuk memastikan bahwa KPM benar-benar berhak mendapat bantuan tersebut.saat ini proses penyaluran dana masih dalam tahap pembahasan.
Seperti memastikan apakah KPM yang terdata ini sudah mendapat bantuan sosial lain karena diprioritaskan penerima BLT belum pernah menerima bansos dari pemerintah daerah maupun pusat.
"Ditargetkan awal Desember 2022 dana BLT sudah mulai disalurkan kepada seluruh warga penerima bantuan di Kabupaten OKU," ujarnya.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten OKU, Syaiful Kamal didampingi Kabid Fakir Miskin, Dodi Handoko di Baturaja, Jumat mengatakan, tahun ini pemerintah daerah setempat telah menyiapkan dana sebesar Rp4,3 miliar yang akan disalurkan kepada masyarakat dalam bentuk bantuan langsung tunai.
Bantuan sosial ini menyasar pada 7 ribu warga di daerah itu mulai dari fakir miskin, tukang ojek hingga pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang terdampak inflasi kebijakan pemerintah pusat tersebut.
"Targetnya sebanyak 7 ribu warga Kabupaten OKU yang akan menerima dana bantuan ini," kata dia.
Ribuan warga tidak mampu calon penerima bantuan sosial itu tersebar di 13 kecamatan di Kabupaten OKU yang sudah diverifikasi oleh tim di lapangan dan dinilai layak menerima BLT karena secara ekonomi mereka terdampak inflasi.
Ribuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten OKU tersebut akan mendapat bantuan dana yang akan disalurkan selama tiga bulan pada periode Oktober-Desember 2022.
"Masing-masing KPM akan dibantu dana sebesar Rp200.000 per bulan. Jadi totalnya Rp600.000 per KPM," jelasnya.
Hanya saja, kata dia, terkait hal itu untuk memastikan bahwa KPM benar-benar berhak mendapat bantuan tersebut.saat ini proses penyaluran dana masih dalam tahap pembahasan.
Seperti memastikan apakah KPM yang terdata ini sudah mendapat bantuan sosial lain karena diprioritaskan penerima BLT belum pernah menerima bansos dari pemerintah daerah maupun pusat.
"Ditargetkan awal Desember 2022 dana BLT sudah mulai disalurkan kepada seluruh warga penerima bantuan di Kabupaten OKU," ujarnya.
Pewarta : Edo Purmana
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
143 penyandang disabilitas dan anak terlantar di OKU terima bantuan Atensi Kemensos
13 March 2026 10:31 WIB
Pemkab OKU berikan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi 7.433 pekerja non-ASN di 2026
06 March 2026 4:40 WIB
Wali Kota Palembang Ratu Dewa gandeng Baznas susun program untuk masyarakat marginal
05 March 2026 4:39 WIB
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB
Gapki: Tanaman kelapa sawit di Sumsel butuh peremajaan untuk tingkatkan produksi
21 March 2025 11:00 WIB, 2025