Pertamina dukung program konversi BBM ke BBG untuk nelayan di Palembang
Selasa, 8 November 2022 13:30 WIB
Pertamina bersama Dirjen Migas, Komisi VII DPR RI dan Pemerintah Kota Palembang melakukan sosialisasi dan pendistribusian konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) bagi para nelayan di kota ini, Selasa (8/11) (ANTARA/HO-Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel/2022)
Palembang (ANTARA) - Pertamina bersama Dirjen Migas, Komisi VII DPR RI dan Pemerintah Kota Palembang melakukan sosialisasi dan pendistribusian konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) bagi para nelayan di kota ini.
"Ini sebagai bentuk dukungan Pertamina kepada pemerintah atas program konversi BBM ke BBG untuk nelayan sasaran di Palembang dalam menggunakan bahan bakar lebih ramah lingkungan," kata Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) Tjahyo Nikho Indrawan, di Palembang, Selasa.
Dia mengatakan sosialisasi ini sebagai bentuk tindak lanjut penugasan yang diberikan oleh Kementerian Enerdi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kepada Pertamina.
Dengan adanya program konversi BBM ke BBG ini diharapkan para nelayan sasaran dapat lebih sukses serta membantu ekonomi masyarakat nelayan menuju ekonomi mandiri, ujar Nikho.
Pendistribusian Paket BBG yang dibagikan sebanyak 551 paket konversi untuk nelayan sasaran di Kota Palembang, selain itu Kabupaten Musi Banyuasin dan Banyuasin juga mendapat alokasi masing-masing sebesar 355 dan 250 paket.
Pertamina bersama Dirjen Migas, Komisi VII DPR RI dan Pemerintah Kota Palembang melakukan sosialisasi dan pendistribusian konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) bagi para nelayan di kota ini, Selasa (8/11) (ANTARA/HO-Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel/2022)
Program konversi BBM ke BBG ini merupakan amanat dari Peraturan Presiden No.38 tahun 2019 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Penetapan Harga LPG 3 Kg untuk kapal penangkap ikan bagi nelayan sasaran dan mesin pompa air bagi petani sasaran.
Adapun kriteria untuk nelayan sasaran yang berhak menerima bantuan tersebut telah ditetapkan pemerintah yakni nelayan pemilik kapal kurang dari 5 gross ton (GT) dengan berbahan bakar kapal bensin serta memiliki daya mesin 13 HP.
Perwakilan Ditjen Migas, Kementerian ESDM, Justin berharap para nelayan dapat memanfaatkan dan merawat dengan baik bantuan yang diberikan.
“Program Konversi BBM ke BBG bagi para Nelayan merupakan salah satu upaya Pemerintah menyediakan alternatif energi yang dapat digunakan, serta lebih ramah lingkungan," tutupnya.
"Ini sebagai bentuk dukungan Pertamina kepada pemerintah atas program konversi BBM ke BBG untuk nelayan sasaran di Palembang dalam menggunakan bahan bakar lebih ramah lingkungan," kata Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) Tjahyo Nikho Indrawan, di Palembang, Selasa.
Dia mengatakan sosialisasi ini sebagai bentuk tindak lanjut penugasan yang diberikan oleh Kementerian Enerdi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kepada Pertamina.
Dengan adanya program konversi BBM ke BBG ini diharapkan para nelayan sasaran dapat lebih sukses serta membantu ekonomi masyarakat nelayan menuju ekonomi mandiri, ujar Nikho.
Pendistribusian Paket BBG yang dibagikan sebanyak 551 paket konversi untuk nelayan sasaran di Kota Palembang, selain itu Kabupaten Musi Banyuasin dan Banyuasin juga mendapat alokasi masing-masing sebesar 355 dan 250 paket.
Pertamina bersama Dirjen Migas, Komisi VII DPR RI dan Pemerintah Kota Palembang melakukan sosialisasi dan pendistribusian konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) bagi para nelayan di kota ini, Selasa (8/11) (ANTARA/HO-Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel/2022)
Program konversi BBM ke BBG ini merupakan amanat dari Peraturan Presiden No.38 tahun 2019 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Penetapan Harga LPG 3 Kg untuk kapal penangkap ikan bagi nelayan sasaran dan mesin pompa air bagi petani sasaran.
Adapun kriteria untuk nelayan sasaran yang berhak menerima bantuan tersebut telah ditetapkan pemerintah yakni nelayan pemilik kapal kurang dari 5 gross ton (GT) dengan berbahan bakar kapal bensin serta memiliki daya mesin 13 HP.
Perwakilan Ditjen Migas, Kementerian ESDM, Justin berharap para nelayan dapat memanfaatkan dan merawat dengan baik bantuan yang diberikan.
“Program Konversi BBM ke BBG bagi para Nelayan merupakan salah satu upaya Pemerintah menyediakan alternatif energi yang dapat digunakan, serta lebih ramah lingkungan," tutupnya.
Pewarta : Dolly Rosana
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Jelang Idul Fitri 2026, Pertamina Patra Niaga Sumbagsel perketat pantauan distribusi BBM dan LPG
06 March 2026 18:15 WIB
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB
Gapki: Tanaman kelapa sawit di Sumsel butuh peremajaan untuk tingkatkan produksi
21 March 2025 11:00 WIB