Realisasi pendapatan Sumsel mencapai Rp10,04 triliun
Kamis, 30 Juni 2022 18:35 WIB
Petani memilah padi untuk dipanen di lahan sawah kawasan Jakabaring Palembang, Jumat (19/10/2018). (ANTARA FOTO/Feny Selly)
Palembang (ANTARA) - Realisasi pendapatan Provinsi Sumatera Selatan mencapai Rp10,04 triliun atau 25,66 persen dari target Rp39,14 triliun per Mei 2022 yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah, Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) dan pendapatan lainnya.
Rilis pers diterima Antara, Kamis, Forum ALCo (Asset and Liabillites Committee) Sumatera Selatan yang beranggota seluruh Kantor Wilayah Kementerian Keuangan di Sumatera Selatan mengungkapkan pendapatan terbesar Sumsel justru bersumber dari Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) yang mendominasi hingga 76,14 persen.
Forum ALCo mencatat tiga kabupaten di Sumsel menempati posisi tertinggi realisasi pendapatan yakni Kabupaten Ogan Komering Ulu 39,49 persen, Kota Pagar Alam 35,88 persen dan Kabupaten Banyuasin 34,19 persen.
Dari sisi realisasi terhadap target pendapatan, Penerimaan Asli Daerah (PAD) terealisasi sebesar Rp2.105,33 miliar (22,95 persen pagu), TKDD sebesar Rp7.646,87 miliar (28,03 persen pagu) dan Pendapatan Lainnya sebesar Rp291,07 miliar (10,87 persen pagu).
Baca juga: Sumsel realisasikan pendapatan negara Rp6,4 triliun
Pada struktur PAD diketahui pajak daerah memberikan kontribusi terbesar sebesar Rp1.644,87 miliar.
Belanja pegawai sejauh ini menjadi belanja dengan realisasi terbesar sampai tanggal 31 Mei 2022 yang mencapai Rp3,82 triliun atau 28,10 persen dari pagu anggarannya.
Secara keseluruhan Belanja Daerah terealisasi sebesar Rp7,06 triliun atau 17,79 persen dari Pagu Belanja sebesar Rp39,7 Triliun.
Penyerapan Belanja Daerah terbesar dilakukan Kabupaten Banyuasin dengan besaran realisasi 31,85 persen, diikuti Kabupaten OKU Timur (28,89 persen) dan Kota Prabumulih (28,43 persen). Sementara itu, realisasi terendah pada Kabupaten Lahat dengan realisasi sebesar 3,33 persen.
Sementara, pendapatan negara di Sumatera Selatan per 30 Mei 2021 terealisasi Rp6,406 triliun atau mencapai 43,16 persen dari target pendapatan yang ditetapkan. Pendapatan ini terdiri dari Penerimaan perpajakan sebesar Rp5,549 triliun, dan PNBP sebesar Rp856,30 miliar.
Bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, pendapatan ini mengalami kenaikan sebesar Rp1.495,63 miliar atau tumbuh 30,46 persen. Kenaikan terbesar disumbang oleh Pajak Penghasilan sebesar Rp937,26 miliar atau lebih tinggi 40,29 persen dari tahun 2021.
Baca juga: Menkeu: Pertama dalam 12 tahun pendapatan negara capai target
Rilis pers diterima Antara, Kamis, Forum ALCo (Asset and Liabillites Committee) Sumatera Selatan yang beranggota seluruh Kantor Wilayah Kementerian Keuangan di Sumatera Selatan mengungkapkan pendapatan terbesar Sumsel justru bersumber dari Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) yang mendominasi hingga 76,14 persen.
Forum ALCo mencatat tiga kabupaten di Sumsel menempati posisi tertinggi realisasi pendapatan yakni Kabupaten Ogan Komering Ulu 39,49 persen, Kota Pagar Alam 35,88 persen dan Kabupaten Banyuasin 34,19 persen.
Dari sisi realisasi terhadap target pendapatan, Penerimaan Asli Daerah (PAD) terealisasi sebesar Rp2.105,33 miliar (22,95 persen pagu), TKDD sebesar Rp7.646,87 miliar (28,03 persen pagu) dan Pendapatan Lainnya sebesar Rp291,07 miliar (10,87 persen pagu).
Baca juga: Sumsel realisasikan pendapatan negara Rp6,4 triliun
Pada struktur PAD diketahui pajak daerah memberikan kontribusi terbesar sebesar Rp1.644,87 miliar.
Belanja pegawai sejauh ini menjadi belanja dengan realisasi terbesar sampai tanggal 31 Mei 2022 yang mencapai Rp3,82 triliun atau 28,10 persen dari pagu anggarannya.
Secara keseluruhan Belanja Daerah terealisasi sebesar Rp7,06 triliun atau 17,79 persen dari Pagu Belanja sebesar Rp39,7 Triliun.
Penyerapan Belanja Daerah terbesar dilakukan Kabupaten Banyuasin dengan besaran realisasi 31,85 persen, diikuti Kabupaten OKU Timur (28,89 persen) dan Kota Prabumulih (28,43 persen). Sementara itu, realisasi terendah pada Kabupaten Lahat dengan realisasi sebesar 3,33 persen.
Sementara, pendapatan negara di Sumatera Selatan per 30 Mei 2021 terealisasi Rp6,406 triliun atau mencapai 43,16 persen dari target pendapatan yang ditetapkan. Pendapatan ini terdiri dari Penerimaan perpajakan sebesar Rp5,549 triliun, dan PNBP sebesar Rp856,30 miliar.
Bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, pendapatan ini mengalami kenaikan sebesar Rp1.495,63 miliar atau tumbuh 30,46 persen. Kenaikan terbesar disumbang oleh Pajak Penghasilan sebesar Rp937,26 miliar atau lebih tinggi 40,29 persen dari tahun 2021.
Baca juga: Menkeu: Pertama dalam 12 tahun pendapatan negara capai target
Pewarta : Dolly Rosana
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BPBD Muara Enim salurkan bantuan logistik untuk korban longsor di Desa Rami Pasai
15 February 2026 11:35 WIB
PT OKI Pulp & Paper bangun jalan beton di OKI, dorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa
14 February 2026 17:53 WIB
PT Bumi Andalas Permai dukung budidaya kepiting bakau di Desa Sungai Batang OKI
12 February 2026 14:15 WIB
Ruas jalan Desa Pulau Beringin OKU Selatan tertutup tanah longsor, arus lalu lintas lumpuh total
11 February 2026 18:04 WIB
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB
Gapki: Tanaman kelapa sawit di Sumsel butuh peremajaan untuk tingkatkan produksi
21 March 2025 11:00 WIB