Menkeu: Pertama dalam 12 tahun pendapatan negara capai target
Kamis, 30 Juni 2022 15:08 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dalam Rapat Paripurna DPR RI yang dipantau secara daring di Jakarta, Kamis (30/06/2022). (ANTARA/Agatha Olivia)
Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebutkan realisasi pendapatan negara pada tahun 2021 mencapai Rp2.011,3 triliun atau merupakan 115,35 persen dari target yang telah ditetapkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Ini adalah pencapaian di atas 100 persen pertama kali sejak 12 tahun terakhir," ungkap Menkeu Sri Mulyani dalam Rapat Paripurna DPR RI yang dipantau secara daring di Jakarta, Kamis.
Baca juga: Sumsel realisasikan pendapatan negara Rp6,4 triliun
Realisasi pendapatan negara tersebut juga berhasil tumbuh 22,06 persen dibandingkan realisasi tahun 2020.
Ia memerinci pendapatan negara tahun lalu meliputi penerimaan perpajakan sebesar Rp1.547,8 triliun, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp458,5 triliun, dan penerimaan hibah sebesar Rp5 triliun.
Realisasi penerimaan perpajakan tahun 2021 juga tercatat melampaui target atau mencapai 107,15 persen dari APBN dan telah kembali pada level pra pandemi pada tahun 2019 yang sebesar Rp1.546,1 triliun.
Baca juga: Sri Mulyani: APBN Mei surplus Rp132,2 triliun
Sementara itu Menkeu Sri Mulyani menuturkan realisasi belanja negara tahun 2021 mencapai Rp2.786,4 triliun atau 101,32 persen dari APBN.
Pencapaian pengeluaran negara itu terdiri dari belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp2.000,7 triliun serta Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) sebesar Rp785,7 triliun.
Baca juga: Penerimaan pajak kendaraan di Sumsel via kanal digital naik 600 persen
Berdasarkan realisasi pendapatan negara dan realisasi belanja negara, terdapat defisit anggaran sebesar Rp775,06 triliun.
"Realisasi defisit anggaran tahun 2021 masih terkendali pada level 4,57 persen terhadap PDB," jelas Menkeu Sri Mulyani.
Selain itu ia menyampaikan angka defisit ini juga tercatat lebih rendah dari target APBN yang sebesar 5,70 persen.
"Ini adalah pencapaian di atas 100 persen pertama kali sejak 12 tahun terakhir," ungkap Menkeu Sri Mulyani dalam Rapat Paripurna DPR RI yang dipantau secara daring di Jakarta, Kamis.
Baca juga: Sumsel realisasikan pendapatan negara Rp6,4 triliun
Realisasi pendapatan negara tersebut juga berhasil tumbuh 22,06 persen dibandingkan realisasi tahun 2020.
Ia memerinci pendapatan negara tahun lalu meliputi penerimaan perpajakan sebesar Rp1.547,8 triliun, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp458,5 triliun, dan penerimaan hibah sebesar Rp5 triliun.
Realisasi penerimaan perpajakan tahun 2021 juga tercatat melampaui target atau mencapai 107,15 persen dari APBN dan telah kembali pada level pra pandemi pada tahun 2019 yang sebesar Rp1.546,1 triliun.
Baca juga: Sri Mulyani: APBN Mei surplus Rp132,2 triliun
Sementara itu Menkeu Sri Mulyani menuturkan realisasi belanja negara tahun 2021 mencapai Rp2.786,4 triliun atau 101,32 persen dari APBN.
Pencapaian pengeluaran negara itu terdiri dari belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp2.000,7 triliun serta Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) sebesar Rp785,7 triliun.
Baca juga: Penerimaan pajak kendaraan di Sumsel via kanal digital naik 600 persen
Berdasarkan realisasi pendapatan negara dan realisasi belanja negara, terdapat defisit anggaran sebesar Rp775,06 triliun.
"Realisasi defisit anggaran tahun 2021 masih terkendali pada level 4,57 persen terhadap PDB," jelas Menkeu Sri Mulyani.
Selain itu ia menyampaikan angka defisit ini juga tercatat lebih rendah dari target APBN yang sebesar 5,70 persen.
Pewarta : Agatha Olivia Victoria
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mensesneg: Menkeu Sri Mulyani diganti bukan mengundurkan diri dan bukan dicopot
08 September 2025 19:23 WIB
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB
Gapki: Tanaman kelapa sawit di Sumsel butuh peremajaan untuk tingkatkan produksi
21 March 2025 11:00 WIB