Kementerian BUMN-BRI berdayakan klaster tanaman hias
Kamis, 20 Januari 2022 17:02 WIB
Seorang pelaku usaha tanaman hias Klaster Usaha Binaan Tanaman Hias Sekarmulyo menata tanamannya di Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, Batu, Jawa Timur, Kamis (20/1/2022). (ANTARA/HO-HumasBRI)
Jakarta (ANTARA) - PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) bersama Kementerian BUMN mendukung pengembangan dan pemberdayaan UMKM klaster usaha binaan tanaman hias Sekarmulyo, Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, Batu, Jawa Timur.
Desa Sidomulyo yang dikenal sebagai Desa Bunga ini terletak di lereng Gunung Arjuna dengan warganya mayoritas bermata pencaharian sebagai petani bunga dan dikembangkan oleh Kantor Cabang BRI Malang Soekarno Hatta.
“Ini merupakan wujud komitmen kami dalam mengangkat ekonomi kerakyatan melalui klaster usaha binaan,” kata Wakil Direktuberita sumsel, berita palembang, antara palembang,r Utama BRI (Persero) Catur Budi Harto melalui keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis.
Catur mengatakan dengan pemberdayaan ini diharapkan akan ada peningkatan perekonomian masyarakat setempat di area klaster binaan melalui pemanfaatan potensi sumber daya lokal.
Menurutnya, potensi ekonomi dari tanaman hias bisa berkembang karena pihak desa memberikan dukungan langsung kepada warganya yang mayoritas sebagai petani tanaman hias.
Klaster Usaha Binaan Tanaman Hias Sekarmulyo ini diketuai oleh Tono dan beranggotakan 80 pelaku usaha yang mempunyai tujuan sama dalam pemberdayaan petani bunga terutama bidang pembibitan, pembenihan, penanaman, pemeliharaan, dan pemasaran tanaman hias.
Sebagai gambaran, saat ini di Indonesia permintaan untuk komoditas tanaman hias semakin meningkat dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi sehingga menjanjikan keuntungan secara ekonomi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2020, produksi tanaman hias Indonesia mencapai lebih dari 714 Juta tangkai dengan lima terbesar sentra tanaman hias berada di Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, dan Sulawesi Utara.
Desa Sidomulyo yang dikenal sebagai Desa Bunga ini terletak di lereng Gunung Arjuna dengan warganya mayoritas bermata pencaharian sebagai petani bunga dan dikembangkan oleh Kantor Cabang BRI Malang Soekarno Hatta.
“Ini merupakan wujud komitmen kami dalam mengangkat ekonomi kerakyatan melalui klaster usaha binaan,” kata Wakil Direktuberita sumsel, berita palembang, antara palembang,r Utama BRI (Persero) Catur Budi Harto melalui keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis.
Catur mengatakan dengan pemberdayaan ini diharapkan akan ada peningkatan perekonomian masyarakat setempat di area klaster binaan melalui pemanfaatan potensi sumber daya lokal.
Menurutnya, potensi ekonomi dari tanaman hias bisa berkembang karena pihak desa memberikan dukungan langsung kepada warganya yang mayoritas sebagai petani tanaman hias.
Klaster Usaha Binaan Tanaman Hias Sekarmulyo ini diketuai oleh Tono dan beranggotakan 80 pelaku usaha yang mempunyai tujuan sama dalam pemberdayaan petani bunga terutama bidang pembibitan, pembenihan, penanaman, pemeliharaan, dan pemasaran tanaman hias.
Sebagai gambaran, saat ini di Indonesia permintaan untuk komoditas tanaman hias semakin meningkat dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi sehingga menjanjikan keuntungan secara ekonomi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2020, produksi tanaman hias Indonesia mencapai lebih dari 714 Juta tangkai dengan lima terbesar sentra tanaman hias berada di Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, dan Sulawesi Utara.
Pewarta : Astrid Faidlatul Habibah
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kementerian Lingkungan Hidup cabut izin 28 perusahaan di Aceh, Sumut dan Sumbar
26 January 2026 16:08 WIB
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB
Gapki: Tanaman kelapa sawit di Sumsel butuh peremajaan untuk tingkatkan produksi
21 March 2025 11:00 WIB